The Journals of Mirza

Jurnal Mirza Abdurrahman Almairy

Najis di Musim Penghujan

Musim Hujan dan Percikan Najis
Musim pengujan datang lagi. Hujan turun setiap saat tak
terikira. Genangan air ada di mana-mana. Di jalan di rumah
dan di sekitar. Selokan dan berbagai jenis saluran air
meluap tak mampu membendung datangnya hujan. Maka
bercampurlah antara air hujan yang suci mengandung
rahmat dengan air comberan yang kotor dan tidak jelas asal
usulnya. Tidak mungkin untuk memisahkan keduanya.
Demikianlah realita di sekitar kita, najis menyebar bersama
air hujan ke mana-mana. Lantas bagaimana kita harus
bersikap mengingat kesucian badan dan pakaian adalah
sayarat mutlaq dalam shalat? perlu diketahui bahwa ada
beberapa najis yang dimaafkan, karena sulit dihilangkan
ataupun dihindari. Sebagaimana yang disebutkan dalam
Kitab Al-Wajiz (Syarhul Kabir) karya Imam Al-Ghazali.
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ : ﻳُﻌْﺬَﺭُ ﻣِﻦْ ﻃِﻴْﻦِ ﺍﻟﺸَّﻮَﺍﺭِﻉِ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﻳَﺘَﻌَﺬَّﺭُ ﺍﻹِﺣْﺘِﺮَﺍﺯُ ﻋَﻨْﻪُ ﻏَﺎﻟِﺒًﺎ
Imam Al-Ghazali berkata: Pakaian yang terkena percikan
lumpur maupun air dijalan karena sulitnya menghindarkan
diri darinya, maka hal ini dimaafkan.
Kemudian jika percikan air maupun lumpur tersebut diyakini
mengandung najis, misalnya genangan air tersebut adalah
luapan dari got ataupun comberan yang najis. Maka hal ini
juga dimaafkan jika memang percikan tersebut sedikit.
Seperti pendapat Imam Ar-Rafi’I dalam kitabnya Al-Aziz
Syarhul Wajiz.
ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺴْﺘَﻴْﻘِﻦُ ﻧَﺠَﺎﺳَﺘَﻪُ ﻓَﻴُﻌْﻔَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻘَﻠِﻴﻞِ ﻣِﻨْﻪُ. ﻭﺃﻣَّﺎ ﺍﻟﻜَﺜِﻴْﺮُ ﻓَﻼَ ﻳُﻌْﻔَﻰ ﻋﻨﻪُ ﻛَﺴَﺎﺋِﺮِ
ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺳَﺎﺕِ
Jika diyakini jalan tersebut ada najisnya, maka hukumnya
dimaafkan jika percikan tersebut hanya sedikit, namun jika
percikan tersebut banyak maka tidak dimaafkan,
sebagaimana hukumnya najis-najis yang lain.
Alasan kenapa najis yang sedikit diatas dimaafkan, karena
akan memberatkan jika harus diperintahkan untuk segera
mencuci pakaian yang terkena percikan tersebut. Padahal ia
hanya membawa satu pakaian dan juga ia harus memenuhi
kebutuhan hidupnya.

Ref : NU Online

Ilmu Tanpa Guru

MUNGKINKAH ilmu tanpa guru. Ternyata ada! Bahkan ilmu yang paling penting di jagad dunia akherat itu diperoleh tanpa perantaraan guru. Dalam bahasa pesantren disebut ilmu laduni. Tentu saja tidak mudah memperoleh ilmu ini. Namun siapapun bisa mendapatkannya. Mau tahu, mari kita simak apa pendapat ulama tentang ini.

Salah satu ilmu yang diperoleh tanpa guru adalah ilmu  taqwa ia yang mampu mengubah seseorang  tanpa guru tetapi  langsung dari Allah SWT. Pertanyannya, taqwa yang bagaimanakah yang akan menghasilkan ilmu tanpa guru. Apakah mungkin mendapat¬kan ilmu tanpa guru, ilmu macam apakah yang akan diperleh dan bagaima¬nakah upaya mendapatkannya, serta Jalan apa¬kah yang harus ditempuh. Sederetan perta¬nyaan ini Insya Allah akan terjawab dalam uraian di bawah ini.

Taqwa Melahirkan Ilmu

Ada dua ayat al Qur’an yang membuktikan bahwa taqwa akan mendatangkan ilmu dalam hati manusia. Pertama: ayat di atas QS. Surat Al Anfal:29: “Jika engkau bertaqwa kepada Allah SWT nicaya akan engkau anugerahi furqon di hatimu.” Furqon di sini menurut sumber yang tercantum dalam kitab “Marooqi al ‘Ubudiyah” diartikan dengan pemahaman ilmu yang terhujam di dalam hati bukan di dalam pikiran. Ilmu ini didapat langsung dari sumbernya yaitu Allah tanpa melalui perantaraan seorang guru.

Kutipan asli dari kitab tsb. sebagai berikut:

اِنْ تَتَّقُوااللهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا أَيْ فَهْمًا فِى قُلُوْبِكُمْ تَأْخُذُوْانَهُ عَنْ رَبِّكُمْ مِنْ غَيْرِ مُعَلِّمٍ. وَقَالَ تَعَالىَ وَاتَّقُوااللهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللهَ أيْ بِغَيْرِ وَاسِطَةِ مُعَلِّمِ.

Kedua: QS: Al Baqarah:282

وَاتَّـقُوااللهَ وَيُعَلِّمُـكُمُ اللهَ

Artinya: “Bertaqwalah kepada Allah niscaya Allah mengajarkanmu.” (QS. Al Baqarah:282)

Pada ayat pertama, orang yang bertaqwa akan dianugerahi furqon, semacam pengetahuan yang hadir dalam hati sedangkan pada ayat kedua lebih tegas Allah menyebutkan ilmu pengetahuan dengan ungkapan “yu’allimu” atau mengajari. Jadi orang yang bertaqwa hidupnya akan diajari langsung oleh Allah swt. tanpa perantaraan guru. Sebab taqwa itu tidak ada gurunya sedangkan ilmu lain ada gurunya. Sebab taqwa itu adanya di hati makanya ungkapan Rasul tentang taqwa adalah : إستفتى قلبك ( mintalah fatwa kepada hatimu)

Singkatnya, boleh jadi, orang yang sudah memperoleh furqon dan yu’allimu nisaya pengetahuan yang dimilikinya bersumber dari Allah dan pasti benar adanya. Di samping itu hidupnya akan terbimbing dengan sendirinya. Penuh keberkahan dan kebahagiaan. Orang-orang sholeh sungguh-sungguh berusaha mendambakan posisi seperti ini. Dalam hati mereka dipenuhi oleh sinar ilmu dari Allah swt. Semua memahami bahwa jika hati seseorang sudah tersinari ilmu Allah niscaya segala tindakannya pun akan terbimbing dengan sendrinya.

Upaya Memperoleh Ilmu

Untuk mendapatkan ilmu yang terhujam di dalam hati tanpa melalui perantaraan guru ini memerlukan syarat yaitu taqwa, seperti yang tercantum dalam ayat di atas. Namun taqwa yang bagaimana yang mesti dilakukan oleh kita sehingga mampu mendapatkan ilmu langsung dari Allah swt. Apakah taqwa yang diartikan seperti mening¬galkan larangan dan mengerjakan perintahnya. Atau taqwa yang bagaimana. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat disimak petunjuk Imam Malik ra dalam kitab yang sama:

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَالَمْ يَعْلَمْ.

 Artinya: “Barangsiap yang mempraktekkan ilmu yang telah diperolehnya, niscaya Allah akan mewarisi ilmu pengetahuan yang sama sekali belum pernah diketahuinya.”

Petunjuk imam Malik tersebut cukup jelas memberi pedo¬man ringkas bagaimana cara mendapatkan janji Allah bahwa orang yang bertaqwa akan diberi ilmu pengetahuan. Dan cara untuk mendapatkan tingkat tersebut cukup sederhana yaitu dengan mengamalkan saja ilmu yang sudah diper¬oleh dari guru dimana kita belajar meskipun sedikit namun ilmu itu dikerjakan terus-menerus dengan sabar tanpa henti. Pada akhirnya dengan sendirinya akan sampai ke sana.

Karena itu, tidaklah perlu mendahulukan mencari ilmu seperti amal-amalan yang justru akan menyusahkan sendiri dalam mengerjakannya. Namun yang penting dahulukan saja mengamalkan ilmu-ilmu yang sudah ada meskipun sendikit tapi benar-benar dipraktekkan dalam setiap siklus kehidupan.

Syari’ah, Tariqah dan Hakekat

Masih dalam kitab “Marooqi al ‘Ubudiyah” ketika menjelaskan ungkapan imam Malik ra. tersebut ternyata sarat dengan makna. Misalnya ungkapan ‘amila’ diartikan dengan ‘thariqah’; ‘alima’ diartikan ‘syariat’ dan ‘waratsa Allah ‘ilma maa lam ya’lam’ diartikan sebagai hakikat.

Singkatnya, penjelasan dalam kitab tersebut menunjukan bahwa dengan mempraktekkan ilmu berarti masuk dalam thariqah dan pada saat yang sama, orang yang tengah mengamalkan ilmu yang diperoleh dari pengetahuan sehari-hari misalnya dari guru atau sumber lainnya, maka berarti tengah menjalani kehidupan syariat. Selanjutnya, tingkat akhir, ketika Allah mewarisi ilmu yang telah dijanjikan bagi yang yang bertaqwa berupa ilmu yang belum diketahui, berarti orang tersebut sudah masuk dalam suatu kehidupan puncak yaitu memperoleh hakekat dari Allah SWT, hakikat itu misalnya ma’rifat dan lain sebagainya yang jelas banyak sekali kelebihan yang terpancar dalam setiap tindakan dan ucapan orang tersebut.

Dari penjelasan terakhir tersebut dapat ditarik pengertian pula bahwa hidup bertariqat itu seharusnya lebih didahu¬lukan daripada hidup dengan syariat. Dasarnya adalah dari ungkapan Imam Malik ra bahwa harus beramal lebih dahulu. Disamping itu contoh Rasulullah saw sebelum diangkat menjadi Rasul beliau menjalani hidup berthariqot. Sejarah membuktikan beliau berdiam di gua hira. Setelah sekian lama kemudian Rasul mendapatkan hakekat dengan diberi wahyu.

Ini berarti bahwa antara syariat, tharikat dan hakikat merupakan rangkaian kesatuan yang tidak bisa dilepaskan guna memperoleh ilmu dari Allah. Jika hanya sampai kepada syariat tentu masih kurang, begitu juga jika hanya sampai kepada tariqat berarti perjalanan masih panjang. Maka untuk mewujudkan ketiganya, jadikan diri kita untuk terus-menerus bertakwa diiringi dengan mempraktekkan ilmu – ilmu yang pernah kita dapat.

Jadi ternyata ilmu taqwa, sabar, tawakkal dan segala macam ilmu hati tidak bisa diajarkan oleh kyai sekalipun. Guru-guru yang yang ada justru sebagai pemberi informasi kitalah yang menentukannya. Hanya kepada ALlah jua lah semua ilmu dikembalikan, dan Hanya DIa yang bisa memberikan ilmu yang hakiki. Wallahu a’lam bimuroodih. (buntetpesantren.org)

Misteri Ka’bah Pusat Bumi Gegerkan NASA

GambarTelah banyak bukti keagungan dan kekuasaan ALLAH SWT yang menyebar di luar angkasa. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Makkah adalah pusat planet bumi. Fakta tersebut juga didukung dan diteliti dalam sebuah penelitian ilmiah, Tatkala Neil Amstrong untuk waktu pertama kalinya yang melakukan perjalan ke luar angkasa dan mengambil gambar dari planet Bumi. Dia berkata “bahwa planet bumi tampak menggantung di suatu area yang sangat gelap, pertanyaannya..lalu siapakah yang menggantung planet bumi tersebut..??

Setelah itu para astronot berikutnya yang kembali melakukan perjalan ke luar angkasa, kembali menganalisa keadaan planet bumi tersebut. Merekapun berpendapat bahwa planet bumi mengeluarkan seperti radiasi yang berpusat dari kota Makkah, lebih tepatnya berasal dari Ka’bah. Dengan secara resmi merekapun mengumumkan berita penemuan itu melalui media internet dalam website maupun situs – situs yang mengupas tentang teknologi, akan tetapi sangat disayangkan setelah 21 hari kemudian website maupun situs tersebut raib dan hilang dari peredaran, sepertinya ada unsur kesengajaandan alasan yang tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.Yang juga cukup membuat geger para peneliti adalah bahwa radiasi yang berpusat dari Ka’bah tersebut, radiasi yang tampak tersebut bersifat tidak berujung (Infinite), dan hal ini lebih meyakinkan para peneliti tentang radiasi tersebut ketika mereka mengambil foto planet mars dan radiasi tersebut tampak masih berlanjut terus menerus. Seolah dalam hal ini, para peneliti Muslim meyakini bahwa radiasi tersebut memiliki suatu karakteristik yang menghubungkan antara ka’bah diplanet bumi dengan ka’bah dari negeri akhirat.

Kemudian para peneliti tersebut melanjutkan lagi penelitian mereka, bahwa ditengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang di beri nama “Zero Magnetism Area”,  yang berarti apabila kita menggunakan kompas pada area tersebut maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak atau berfungsi sama sekali oleh karena daya tarik antara kedua kutub tersebut (utara dan selatan) sama besar kekuatannya.

Hal ini menjadi penyebab bahwa orang-orang yang tinggal di Makkah, dipercaya bahwa mereka cenderung lebih sehatdibanding orang-orang dari Negara yang lain karena kehidupan mereka tidak banyak  dipengaruhi oleh kekuatan gravitasi. Dan kerena itulah apabila kita mengelilingi Ka’bah, seolah-olah kita seperti discharge ulang oleh suatu energymisterius entah darimana asalnya dan hal ini adalah merupakan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Dalam penelitian yang lain mengungkapkan bahwa batu yang bernama Hajar Aswad, adalah merupakan batu yang tertua di dunia dan mengapung apabila diletakkan di atas air.

Dalam sebuh Museum di Inggris , terdapat tiga potongan batu tersebut yang berasal dari Ka’bah serta pihak Museum tersebut juga mengatakan bahwa bongkahan-bongkahan batu tersebut bukan berasal dari system tata surya kita.

Rahasia hajar Aswad

Hajar Aswad adalah “batu hitam” yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, yaitu sudut darimana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu RUBY yang diturunkan Allah dari surga melalui malaikat Jibril.

Gambar

Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin karena terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan milyaran manusia sejak Nabi Adam, yaitu jamaah yang datang ke Baitullah, baik untuk haji maupun untuk tujuan Umrah. Harap dicatat bahwa panggilan Haji telah berlangsung sejak lama yaitu sejak Nabi Adam AS. Bahkan masyarakat Jahilliah yang musyrik dan menyembah berhala pun masih secara setia melayani jemaah haji yang datang tiap tahun dari berbagai belahan dunia.

Nenek moyang Rasulullah, termasuk kakeknya Abdul Muthalib adalah para ahli waris dan pengurus Ka’bah. Atau secara spesifik adalah penanggung jawab air zamzam yang selalu menjadi primadona dan incaran para jemaah haji dan para penziarah. Hadist Sahih riwayat Tarmizi dan Abdullah bin Amir bin Ash mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda :

Satu riwayat Sahih lainnya menyatakan:
“ Rukun (HajarAswad) dan makam (Batu/Makam Ibrahim) berasal dari batu-batu ruby surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya”

Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW bersabda:
“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.

Berdasarkan bunyi Hadist itulah antara lain maka setiap jamaah haji baik yang mengerti maupun tidak mengerti akan senantiasa menjadikan Hajar Aswad sebagai ‘target’ berburu …. saya harus menciumnya. Mencium Hajar Aswad!!!.
Tapi apa bisa? Dua juta jemaah, datang dimusim haji secara bersamaan dan antri untuk keperluan dan target yang sama. Begitu padatnya, maka anda harus rela dan ikhlas untuk hanya bisa memberii ‘kecupan’ jarak jauh sembari melafaskan basmalah dan takbir.

Hadis tersebut mengatakan bahwa disunatkan membaca do’a ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya:
“Bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.

Lanjutannya dikisahkan bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa waktu.

Riwayatnya

Dalam riwayat lanjutannya bahwa batu hitam  tersebut  pernah terkubur pasir selama beberapa lama dan secara ajaib ditemukan kembali oleh Nabi Ismail AS ketika ia berusaha mendapatkan batu tambahan untuk menutupi dinding Ka’bah yang masih sedikit kurang. Batu yang ditemukan inilah rupanya yang sedang dicari oleh Nabi Ibrahim AS, yang serta merta sangat gembira dan tak henti-hantinya menciumi batu tersebut. Bahkan, ketika sudah tiba dekat ka’bah, batu itu tak segera diletakan di tempatnya. Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS menggotong batu itu sambil memutari Ka’bah tujuh putaran.

Diangkut Dengan Sorban Muhammad
Diantara peristiwa penting yang berkenaan dengan batu ini adalah yang terjadi pada tahun 16 sebelum Hijrah (606 M) yaitu ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah. Pada saat itu hampir saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena sudah lima hari lima malam mereka dalam situasi gawat, karena keempat kabilah dalam suku Quraisy itu terus bersitegang ngotot pada pendapat dan kehendak masing-masing siapa yang mengangkat dan meletakkan kembali  batu ini ketempat semula karena pemugaran Ka’bah sudah selesai.

Akhirnya muncul usul dari Abu Umayyah bin Mughirah Al-Mukhzumi yang mengatakan
”Alangkah baiknya kalau keputusan ini kita serahkan kepada orang yang pertama kali masuk masjid pada hari ini.”

Pendapat sesepuh Quraisy Abu Umayyah ini disepakati. Dan ternyata orang pertama masuk pada hari itu adalah Muhammad bin Abdullah yang waktu itu masih berusia 35 tahun. Menjadi rahasia umum pada masa itu bahwa akhlak dan budi pekerti Muhammad telah terkenal jujur dan bersih sehingga dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya).

Muhammad muda yang organ tubuhnya yaitu HATI-nya pernah dibersihkan lewat operasi oleh Malaikat, memang sudah dikenal luas tidak pernah bohong dan tidak pernah ingkar janji. Lalu apa jawaban dan tindakan Muhammad terhadap usul itu?

Muhammad menuju tempat pernyimpanan Hajar Aswad itu lalu membentangkan sorbannya dan meletakkan batu mulia itu ditengah-tengah sorban kemudian meminta satu  orang wakil dari masing-masing kabilah yang sedang bertengkar untuk memegang sudut sorban itu dan bersama-sama menggotongnya kesudut dimana batu itu hendak diletakkan. Supaya adil, Muhammad pulalah yang memasang batu itu ketempat semula.

Kita semua tahu bahwa Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudorat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan yang terbuat dari batu. Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam prosesi ibadah haji tersebut adalah sekedar mengikuti ajaran dan sunnah Nabi SAW. Jadi apa yang kita lakukan bukanlah menyembah Batu, dan tidak juga menyembah Ka’bah.

Umar bin Khatab berkata “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”

Allah memerintahkan kita untuk Thawaf mengelilingi Ka’bah dan Dia pula yang telah memerintahkan untuk mencium Hajar Aswad. Rasulullah juga melakukan itu semua, dan tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya : “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (QS. An-Najm : 53 ) “.

Hajar Aswad berasal dari surga. Batu ini pula yang menjadi fondasi pertama bangunan Ka’bah, dan ia menghitam akibat banyaknya dosa manusia yang melekat disana pada saat mereka melakukan pertaubatan. Tidakkah orang yang beriman merasa malu, jika hati mereka menghitam akibat dosa yang telah dilakukan. Rasulullah bersabda “Ketika Hajar Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam (HR Tirmidzi). (dari berbagai sumber)

KH. Hamid Pasuruan

Gambar

Kiai Hamid lahir pada tahun 1333 H (bertepatan dengan 1914 atau 1915 M) di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya di dukuh Sumurkepel, desa Sumbergirang. Sebuah pedukuhan yang terletak di tengah kota kecamatan Lasem. Begitu lahir, bayi itu diberi nama Abdul Mu’thi. Itulah nama kecil beliau hingga remaja, sebelum berganti menjadi Abdul Hamid.

Abdul Mu’thi kecil biasa dipanggil “Dul” saja. Tapi, seringkali panggilan ini diplesetkan menjadi “Bedudul” karena kenakalannya.

Mu’thi memang tumbuh sebagai anak yang lincah, extrovert, dan nakal. “Nakalnya luar biasa,” tutur KH. Hasan Abdillah Glenmore, adik sepupu beliau. Tapi nakalnya Mu’thi tidak seperti anak-anak sekarang: yang sampai mabuk-mabukan atau melakukan perbuatan asusila. Nakalnya Mu’thi adalah kenakalan bocah yang masih dalam batas wajar, tapi untuk ukuran anak seorang kiai dipandang “luar biasa”. Sebab, sehari-hari dia jarang di rumah. Hobinya adalah bermain sepak bola dan layang-layang. Beliau bisa disebut bolamania alias gila sepak bola, dan ayahandanya tak bisa membendung hobi ini. Karena banyak bermain, ngajinya otomatis kurang teratur walaupun bukan ditinggalkan sama sekali. Dia mengaji kepada KH. Ma’shum (ayahanda KH. Ali Ma’shum Jogjakarta) dan KH. Baidhawi, dua “pentolan” ulama Lasem.

Ketika mulai beranjak remaja (ABG), dia mulai gemar belajar kanoragan (semacam ilmu kesaktian). Belajarnya cukup intensif sehingga mencapai taraf ilmu yang cukup tinggi. “Sampai bisa menangkap babi jadi-jadian,” tutur KH. Zaki Ubaid Pasuruan.

Meski begitu, sejak kecil ia sudah menunjukkan tanda-tanda bakal menjadi wali atau, setidaknya, orang besar. Ketika diajak kakeknya, KH. Muhammad Shiddiq (Jember), pergi haji, Mu’thi bertemu dengan Rasulullah s.a.w. Pada saat haji itulah namanya diganti menjadi Abdul Hamid.

Dipondokkan

Pada usia sekitar 12-13 tahun, Hamid dikirim ayahandanya, K.H. Abdullah Umar, ke Pondok Kasingan, Rembang. Maksud ayahandanya, untuk meredam kenakalannya. Dia tidak lama di pondok ini. Satu atau satu setengah tahun kemudian dia pindah ke Pondok Tremas, Pacitan. Pondok pimpinan KH. Dimyathi ini cukup besar dan berwibawa. Dari pondok ini terlahir banyak kiai besar. Di antaranya adalah KH. Ali Ma’shum Jogjakarta (mantan rais am PB NU), KH. Masduqi Lasem, KH. Abdul Ghofur Pasuruan, KH. Harun Banyuwangi, dan masih banyak lagi.

Walaupun kegemarannya bermain sepak bola masih berlanjut, di pesantren ini beliau mulai mendapat gemblengan ilmu yang sebenarnya. Uang kiriman orangtua yang hanya cukup untuk dipakai makan nasi thiwul tidak membuatnya patah arang. Dia tetap betah tinggal di sana sampai 12 tahun, hingga mencapai taraf keilmuan yang tinggi di berbagai bidang.

Tidak Suka Dipuja

Setelah 12 tahun belajar agama di Pondok Tremas, tokoh kita itu dipinang oleh pamandanya, KH. Achmad Qusyairi, untuk dikawinkan dengan putrinya, Nafisah.
Konon, Kiai Achmad pernah menerima pesan dari ayahandanya, KH. Muhammad Shiddiq, supaya mengambil Hamid sebagai menantu mengingat keistimewaan-keistimewaan yang tampak pada pemuda tersebut. Antara lain, saat pergi haji dulu, dia bisa berjumpa dengan Rasulullah s.a.w. Sayang, sang kakek tak sempat melihat pernikahan itu karena lebih dulu dipanggil Sang Mahakuasa.

Seperti disebut dalam surat undangan, akad nikah akan dilangsungkan pada 12 September 1940 M, bertepatan dengan 9 Sya’ban 1359 H, selepas zhuhur pukul 1 di Masjid Jami’ (sekarang Masjid Agung Al-Anwar) Pasuruan. Namun, rencana tinggal rencana. Pada waktu yang ditentukan, para undangan sudah berkumpul di Masjid Jami’, namun rombongan penganten pria tak kunjung muncul hingga jam menunjuk pukul 2. Terpaksa acara melompat ke sesi berikutnya, yaitu walimah di rumah Kiai Achmad Qusyairi di Kebonsari, di kompleks Pesantren Salafiyah.

Di sana kembali orang-orang dibuat menunggu. Ternyata, rombongan penganten pria baru datang sore hari, setelah acara walimah rampung dan para undangan pulang semua. “Anu, penganten kuajak mampir ke makam (para wali),” kata Kiai Ma’shum, yang dipercaya menjadi kepala rombongan. Apa boleh buat, akad nikah pun dilangsungkan tanpa kehadiran undangan, dan hanya disaksikan para handai tolan.

Sejak itu, Haji Abdul Hamid tinggal di rumah mertuanya. Lima atau enam tahun kemudian, Kiai Achmad pindah ke Jember, lalu pindah ke Glenmore, Banyuwangi. Tinggallah kini Kiai Hamid bersama istrinya harus berjuang secara mandiri mengarungi samudera kehidupan dalam biduk rumah tangga yang baru mereka bina. Untuk menghidupi diri dan keluarga, Kiai Hamid berusaha apa saja. Dari jual beli sepeda, berdagang kelapa dan kedelai sampai menyewa sawah dan berdagang spare part dokar.

Prihatin

Hari-hari mereka adalah hari-hari penuh keprihatinan. Makan nasi dengan krupuk atau tempe panggang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Terkadang, sarung yang sudah menerawang (karena usang) masih dipakai (dengan dilapisi kain serban supaya warna kulitnya tidak kelihatan). Tapi, Kiai Hamid tak kenal putus asa, terus berusaha dan berusaha.

Kala itu beliau belum terlibat dalam kegiatan Pesantren Salafiyah, meski tinggal di kompleks pesantren. Di tengah hidup prihatin itu, beliau mulai punya santri — dua orang — yang ditempatkan di sebuah gubuk di halaman rumah. Beliau juga mulai menggelar pengajian di berbagai desa di kabupaten Pasuruan: Rejoso, Ranggeh dan lain-lain.

Sekitar 1951, sepeninggal KH. Abdullah ibn Yasin yang jadi nazhir (pengasuh) Pondok Salafiyah, beliau dipercaya sebagai guru besar pondok, sementara KH. Aqib Yasin, adik Kiai Abdullah, menjadi nazhir. Meski demikian, secara de facto, beliaulah yang memangku pondok itu, mengurusi segala tetek bengek sehari-hari, day to day karena Kiai Aqib yang muda itu, masih belajar di Lasem.

Fenomenal

Kiai Hamid benar-benar berangkat dari titik nol dalam membina Pondok Salafiyah. Sebab, saat itu tidak ada santri. Para santri sebelumnya tidak tahan dengan disiplin tinggi yang diterapkan Kiai Abdullah.

Walaupun tak ada promosi, satu demi satu santri mulai berdatangan. Prosesnya sungguh natural, tanpa rekayasa. Perkembangannya memang tidak bisa dibilang melesat cepat, tapi gerak itu pasti. Terus bergerak dan bergerak hingga kamar-kamar yang ada tidak mencukupi untuk para santri dan harus dibangun yang baru; hingga jumlah santrinya mencapai ratusan orang, memenuhi ruang-ruang pondok yang lahannya tak bisa diperluas lagi karena terhimpit rumah-rumah penduduk; hingga pada akhirnya, terdorong oleh perkembangan zaman, fasilitas baru pun perlu disediakan, yaitu madrasah klasikal.

Perkembangan fenomenal terjadi pada pribadi beliau. Dari semula hanya dipanggil “haji” lalu diakui sebagai “kiai”, pengakuan masyarakat semakin membesar dan membesar. Tamunya semakin lama semakin banyak. Terutama setelah wafatnya Habib Ja’far As-Segaf (wali terkemuka Pasuruan waktu itu yang jadi guru spiritualnya) sekitar 1954, sinarnya semakin membesar dan membesar. Kiai Hamid sendiri mulai diakui sebagai wali beberapa tahun kemudian, sekitar awal 1960-an. Pengakuan akan kewalian itu kian meluas dan meluas, hingga akhirnya mencapai taraf — meminjam istilah Gus Mus — “muttafaq ‘alaih” (disepakati semua orang, termasuk di kalangan mereka yang selama ini tak mudah mengakui kewalian seseorang).

Lurus

Ketika Kiai Hamid mulai berkiprah di Pasuruan, tak sedikit orang yang merasa tersaingi. Terutama ketika beliau menggelar pengajian di kampung-kampung. Maklumlah, beliau seorang pendatang. Ada kiai setempat yang menuduh beliau mencari pengaruh, dan menggerogoti santri mereka. Padahal, Kiai Hamid mengajar di sana atas permintaan penduduk setempat.

Ibarat kata pepatah Jawa “Becik ketitik, ala ketara”, lambat laun beliau dapat menghapus kesan itu. Bukan dengan rekayasa atau “politik pencitraan” yang canggih, melainkan dengan perbuatan nyata. Dengan tetap berjalan lurus, dan terutama dengan sikap tawadhu’, kehadiran beliau akhirnya dapat diterima sepenuhnya. Bahkan mereka menaruh hormat pada beliau justru karena sikap tawadhu’ itu.

Beliau memang rendah hati (tawadhu’). Kalau menghadiri suatu acara, beliau memilih duduk di tempat “orang-orang biasa”, yaitu di belakang, bukan di depan. “Kiai Hamid selalu ndepis (menyembunyikan diri) di pojok,” kata Kiai Hasan Abdillah.

Hormat

Beliau bersikap hormat pada siapapun. Dari yang miskin sampai yang kaya, dari yang jelata sampai yang berpangkat, semua dilayaninya, semua dihargainya. Misalnya, bila sedang menghadapi banyak tamu, beliau memberikan perhatian pada mereka semua. Mereka ditanyai satu per satu sehingga tak ada yang merasa disepelekan. “Yang paling berkesan dari Kiai Hamid adalah akhlaknya: penghargaannya pada orang, pada ilmu, pada orang alim, pada ulama. Juga tindak tanduknya,” kata Mantan Menteri Agama, Prof. Dr. Mukti Ali, yang pernah menjadi junior sekaligus anak didiknya di Pesantren Tremas.

Beliau sangat menghormat pada ulama dan habaib. Di depan mereka, sikap beliau layaknya sikap seorang santri kepada kiainya. Bila mereka bertandang ke rumahnya, beliau sibuk melayani. Misalnya, ketika Sayid Muhammad ibn Alwi Al-Maliki, seorang ulama kondang Mekah (yang baru saja wafat), bertamu, beliau sendiri yang mengambilkan suguhan, lalu mengajaknya bercakap sambil memijatinya. Padahal tamunya itu lebih muda usia.

Sikap tawadhu’ itulah, antara lain, rahasia “keberhasilan” beliau. Karena sikap ini beliau bisa diterima oleh berbagai kalangan, dari orang biasa sampai tokoh. Para kiai tidak merasa tersaingi, bahkan menaruh hormat ketika melihat sikap tawadhu’ beliau yang tulus, yang tidak dibuat-buat. Derajat beliau pun meningkat, baik di mata Allah maupun di mata manusia. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w., “Barangsiapa bersikap tawadhu’, Allah akan mengangkatnya.”

Sabar

Beliau sangat penyabar, sementara pembawaan beliau halus sekali. Sebenarnya, di balik kehalusan itu tersimpan sikap keras dan temperamental. Hanya berkat riyadhah (latihan) yang panjang, beliau berhasil meredam sifat cepat marah itu dan menggantinya dengan sifat sabar luar biasa. Riyadhah telah memberi beliau kekuatan nan hebat untuk mengendalikan amarah.

Beliau, misalnya, dapat menahan amarah ketika disorongkan oleh seorang santri hingga hampir terjatuh. Padahal, santri itu telah melanggar aturan pondok, yaitu tidak tidur hingga lewat pukul 9 malam. Waktu itu hari sudah larut malam. Beliau disorongkan karena dikira seorang santri. “Sudah malam, ayo tidur, jangan sampai ketinggalan salat subuh berjamaah,” kata beliau dengan suara halus sekali.

Beliau juga tidak marah mendapati buah-buahan di kebun beliau habis dicuri para santri dan ayam-ayam ternak beliau ludes dipotong mereka. “Pokoknya, barang-barang di sini kalau ada yang mengambil (makan), berarti bukan rezeki kita,” kata beliau.
Pada saat-saat awal beliau memimpin Pondok Salafiyah, seorang tetangga sering melempari rumah beliau. Ketika tetangga itu punya hajat, beliau menyuruh seorang santri membawa beras dan daging ke rumah orang tersebut. Tentu saja orang itu kaget, dan sejak itu kapok, tidak mau mengulangi perbuatan usilnya tadi.

Beliau juga tidak marah ketika seorang yang hasud mencuri daun pintu yang sudah dipasang pada bangunan baru di pondok.

Penyakit Hati

Melalui riyadhah dan mujahadah (memerangi hawa nafsu) yang panjang, beliau telah berhasil membersihkan hati beliau dari berbagai penyakit. Tidak hanya penyakit takabur dan amarah, tapi juga penyakit lainnya. Beliau sudah berhasil menghalau rasa iri dan dengki. Beliau sering mengarahkan orang untuk bertanya kepada kiai lain mengenai masalah tertentu. “Sampeyan tanya saja kepada Kiai Ghofur, beliau ahlinya,” kata beliau kepada seorang yang bertanya masalah fiqih. Beliau pernah marah kepada rombongan tamu yang telah jauh-jauh datang ke tempat beliau, dan mengabaikan kiai di kampung mereka. Beliau tak segan “memberikan” sejumlah santrinya kepada KH. Abdur Rahman, yang tinggal di sebelah rumahnya, dan kepada Ustaz Sholeh, keponakannya yang mengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Salafiyah.

Bergunjing

Menghilangkan rasa takabur memang sangat sulit. Terutama bagi orang yang memiliki kelebihan ilmu dan pengaruh. Ada yang tak kalah sulitnya untuk dihapus, yaitu kebiasaan menggunjing orang lain. Bahkan para kiai yang memiliki derajat tinggi pun umumnya tak lepas dari penyakit ini. Apakah menggunjing kiai saingannya atau orang lain. Kiai Hamid, menurut pengakuan banyak pihak, tak pernah melakukan hal ini. Kalau ada orang yang hendak bergunjing di depan beliau, beliau menyingkir. Sampai KH. Ali Ma’shum berkata, “Wali itu ya Kiai Hamid itulah. Beliau tidak mau menggunjing (ngrasani) orang lain.”

Manusia Biasa

Kiai Hamid, seperti para wali lainnya, adalah tiang penyangga masyarakatnya. Tidak hanya di Pasuruan tapi juga di tempat-tempat lain. Beliau adalah sokoguru moralitas masyarakatnya. Beliau adalah cermin (untuk melihat borok-borok diri), beliau adalah teladan, beliau adalah panutan. Beliau dipuja, di mana-mana dirubung orang, ke mana-mana dikejar orang (walaupun beliau sendiri tidak suka, bahkan marah kalau ada yang mengkultuskan beliau).

Bagaimanapun beliau manusia biasa (Rasulullah pun manusia biasa), yang harus merasakan kematian. Sabtu 9 Rabiul Awal 1403 H, bertepatan dengan 25 Desember 1982 M, menjadi awal berkabung panjang bagi msyarakat muslim Pasuruan, dan muslim di tempat lain. Hari itu, saat ayam belum berkokok, hujan tangis memecah kesunyian di rumah dalam kompleks Pesantren Salafiyah. Setelah jatuh anfal beberapa hari sebelumnya dan sempat dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya karena penyakit jantung yang akut, beliau menghembuskan nafas terakhir. Inna lillahi wa inna lillahi raji’un.

Umat pun menangis. Pasuruan seakan terhenti, bisu, oleh duka yang dalam. Puluhan, bahkan ratusan ribu orang berduyun-duyun membanjiri Pasuruan. Memenuhi relung-relung Masjid Agung Al-Anwar dan alun-alun kota, memadati gang-gang dan ruas-ruas jalan yang membentang di depannya. Mereka, dalam gerak serentak, di bawah komando seorang imam, KH. Ali Ma’shum Jogjakarta, mengangkat tangan “Allahu Akbar” empat kali dalam salat janazah yang kolosal. Allahumma ighfir lahu warhamhu, ya Allah ampunilah dosanya dan rahmatilah dia. (Hamid Ahmad – www.salafiyah.org)

Tips Bertransaksi di ATM

GambarBagaimana cara agar bisa bertransaksi di ATM secara aman? Untuk menjaga agar Anda tidak menjadi korban kejahatan teknologi di ATM, Anda dapat melakukan langkah praktis berikut ini.

  • Periksa lubang tempat memasukkan kartu ATM

Skimmer atau alat penyalin data ditempelkan di depan lubang tempat memasukkan kartu ATM. Alat tambahan ini bisa mengelabui pengguna bila tidak berhati-hati. Maka, sebelum memasukkan kartu, periksa terlebih dahulu apakah ada bekas tempelan, lem, atau hal mencurigakan pada lubang untuk memasukkan kartu. Karena bisa saja penjahat telah menempelkan alat skimmer. Bila memungkinkan, pilihlah menggunakan ATM yang telah dipasang antiskimmer yang biasanya berwarna hijau atau bening pada lubang ATM. Alat ini bisa mencegah dipasangnya skimmer.

  • Tutupi saat memasukkan nomor PIN

Untuk mendapatkan nomor PIN nasabah, kamera pengintai digunakan untuk mengintip dan Anda mungkin tidak menyadari keberadaannya. Untuk memastikan keamanan nomor PIN, tutupi dengan tangan yang tidak digunakan untuk menekan tombol agar seandainya ada kamera, tidak dapat mengambil gambar saat Anda memasukkan nomor PIN Anda. Beberapa ATM telah memasang penutup di samping kiri dan kanan tombol untuk memasukkan PIN, tetapi untuk ATM yang belum menerapkannya, Anda dapat melindungi diri dengan cara ini.

  • Pilih ATM yang aman

Bertransaksi di ATM yang terpencil dapat berbahaya, karena bisa saja Anda menjadi korban perampokan. ATM yang kurang terkontrol oleh pihak bank akan membuat para penjahat leluasa untuk memasang skimmer, kamera pengintai atau teknologi lain untuk mencuri data Anda. Sebisa mungkin pilihlah untuk bertransaksi di ATM yang ramai, tidak terpencil dan bila memungkinkan yang dijaga oleh petugas keamanan.

  • Buat PIN yang tidak mudah ditebak dan jaga kerahasiaannya

Nomor PIN berupa tanggal lahir, tanggal pernikahan atau tanggal lahir pasangan merupakan angka yang mudah ditebak. Maka buatlah PIN yang lebih sulit ditebak. Tetapi karena PIN Anda berupa angka yang acak dan sulit lalu Anda mungkin menuliskan PIN di kertas atau tempat yang dapat dilihat orang lain. Jangan lakukan itu. Jangan memberitahu PIN kepada sembarang orang, apalagi jika ada orang menawarkan bantuan saat Anda mengalami kesulitan di mesin ATM.

  • Ganti nomor PIN secara periodik

Mungkin kebanyakan orang malas untuk melakukan ini, karena mengubah PIN berarti harus mengingat nomor baru. Tetapi tidak ada salahnya Anda melakukan ini demi keamanan tabungan Anda. Gantilah secara berkala nomor PIN Anda.

  • Jangan percaya pada orang yang tidak dikenal

Modus baru kejahatan di ATM adalah dengan berpura-pura menjadi pegawai bank, mereka membuat mesin rusak sehingga kartu tertelan, kemudian meminta menghubungi nomor yang ditempel pada mesin ATM dan saat kita sedang lengah, kartu dalam mesin ATM akan diambil. Sedangkan untuk PIN, mungkin mereka melihat saat kita bertransaksi atau mereka pura-pura membantu dengan menanyakan nomor PIN. Walau tidak bermaksud menuduh setiap orang, sebaiknya jangan terlalu percaya dengan orang asing.

  • Hindari bertransaksi sembarangan

Kartu ATM seringkali bisa digunakan sebagai kartu debit untuk berbelanja di berbagai tempat. Pastikan Anda menggunakan kartu debit hanya di tempat-tempat yang dapat dipercaya. Jika petugas menggesek kartu pada mesin yang tidak resmi, segera tanya dan berhati-hati, apalagi dilakukan di tempat yang tersembunyi.

Keberadaan ATM telah membantu banyak orang untuk bertransaksi, tetapi tetaplah berhati-hati karena banyak penjahat yang memanfaatkan celah-celah keamanan untuk mencuri uang Anda.

Apa itu Skimming?

Salah satu kasus kejahatan berkaitan dengan ATM adalah skimming. Nasabah dari sejumlah bank tiba-tiba terpotong saldo tabungannya, padahal mereka tidak melakukan transaksi pengambilan uang. Dalam kegiatan skimming, data pada kartu magnetik ATM disalin kemudian dituliskan kembali pada kartu magnetik kosong. Sehingga kartu ATM asli dan kartu yang sudah ditulis datanya menjadi identik. Kartu kloning inilah yang dapat berfungsi seperti kartu ATM asli. Namun bagaimana para penjahat ini dapat mengambil uang nasabah dengan kartu baru ini jika tidak mengetahui nomor PIN?

Untuk bertransaksi di ATM, selain menggunakan kartu, seorang nasabah juga harus memasukkan nomor PIN. Maka, untuk mendapatkan nomor PIN nasabah, kamera pengintai diletakkan di posisi yang tepat di sekitar ATM sehingga angka yang dimasukkan nasabah saat bertransaksi dapat terlihat. Selain itu, beberapa penjahat menggunakan cara tradisional dengan mengintip saat nasabah memasukkan nomor PIN. Dengan metode tersebut, berarti penjahat telah memiliki kartu ATM hasil kloning yang berisi data yang sama dengan kartu ATM asli milik Anda dan nomor PIN yang tepat, sehingga mereka bisa bertransaksi dengan menggunakan rekening Anda. Akibatnya, bila mereka mengambil uang dari rekening Anda, berarti uang Anda di bank berkurang.(kumpulan.info)

Teknologi Penterjemah Tangis Bayi

Tidak mudah menerjemahkan arti tangis bayi. Para ibu biasanya hanya menerka-nerka saat bayinya menangis. Mereka hanya memahami tangis bayi sebagai bentuk komunikasi untuk mengekspresikan rasa tidak nyaman seperti ketika popoknya basah, lapar, mengantuk, lelah, takut, atau sakit.

Ilmuwan Jepang terus berupaya untuk menerjemahkan tangisan bayi. Tujuannya untuk membantu para orang tua dalam merawat bayinya.

Seringkali para orang tua, kesulitan untuk mengerti maksud dari tangisan bayi-nya terutama pada malam hari. Berbagai teknik telah dikembangkan para ilmuwan untuk mengetahui ‘arti’ dari tangis bayi.

Pada tahun 1970, Mitsuo Nagamachi dari Hiroshima Internasional University mengembangkan teknik yang dinamakan kansei Engineering untuk mengukur emosi bayi berdasarkan mimik wajah dan tingkah laku bayi.

Kini Tomomasa Nagashima dari fakultas ilmu komputer Muroran Institute of Technology, mengembangkan teknik baru  untuk menerjemahkan arti tangis bayi.

Times Of India, sabtu (27/2/2010) melansir, Tomomasa menggunakan analisis suara tangis bayi untuk mengklasifikasikan apakah tangis bayi tersebut adalah tangisan ‘normal’ atau tangisan karena rasa sakit.

Tomomasa bersama timnya mengklaim, berdasarkan teknik analisis suara dan frekuensi tangisan bayi, maka seratus persen maksud dari tangisan bisa diketahui.

Teknik baru Tomomasa ini akan dipublikasikan di Jurnal Internasional Journal of Biometrics.

The findings were published in the International Journal of Biometrics.

Sebenarnya penerjemah tangisan bayi memang bukanlah kali pertama di teliti ataupun diciptakan oleh para ilmuwan, Salah satunya adalah dengan telepon seluler (ponsel) pintar, iPhone yang kini berusaha menjawab tantangan dengan meluncurkan aplikasi ‘The Cry Translator’ atau penerjemah tangis bayi. Seperti dikutip dari laman The Telegraph, Rabu, 10 Mei 2011

Pencipta ‘The Cry Translator’, Antonio Portugal Ramírez, menyatakan bahwa aplikasi yang dijual senilai £17,99 itu mampu menerjemahkan arti tangis bayi dengan tingkat akurasi mencapai 96 persen. Aplikasi itu bekerja dengan menganalisa setiap tangis bayi yang tertangkap mikrofon iPhone. Selanjutnya, aplikasi itu akan menampilkan arti tangis bayi di layar ponsel.

Antonio merupakan seorang dokter anak asal Spanyol. Ia bereksperiman menciptakan aplikasi itu lantaran tertantang untuk mengembangkan hasil penelitiannya. Ia menciptakan aplikasi itu berdasarkan hasil penelitiannya bahwa tangis bayi dapat diterjemahkan dalam lima bahasa yaitu lapar, jengkel, lelah, stres, dan bosan.

Namun, aplikasi canggih itu mendapat kritik dari pakar orangtua dari Netmums.com, Siobhan Freegard. Aplikasi itu dikhawatirkan akan mengesampingkan daya nalar dan insting kaum ibu terhadap bayinya. “Padahal, belajar memahami tangis bayi secara alami adalah bagian dari proses untuk menciptakan ikatan batin dan komunikasi yang baik antara ibu dan anak,” ujar Siobhan. Dari berbagai sumber

Tips Mengatasi Bayi Cegukan

Bayi sering mengalami cegukan setelah minum susu atau makan. Cegukan ini kadang mengganggu si bayi tapi selama bayi tetap merasa bahagia, tersenyum dan dapat makan serta minum dengan baik tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Bayi biasanya mengalami cegukan yang disebabkan oleh menyusui baik dengan ASI, susu formula atau makanan lain. Selain itu penurunan suhu yang dapat menyebabkan seorang bayi kedinginan juga bisa memicu cegukan,” ujar Lynnette Mazur, profesor pediatrik dari University of Texas Health Science Center di Houston, seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (25/3/2010).

Cegukan adalah salah satu gerakan refleks dari tubuh dan disertai dengan suara yang khas akibat iritasi dari diafragma.

Diafragma memainkan peran utama dalam perjalanan respirasi dan proses metabolisme. Diafragma menarik dan mendorong secara teratur yang mengatur masuk dan keluarnya udara selama proses respirasi.

Struktur otot ini akan terganggu fungsinya jika ada sesuatu yang menghambat proses ini baik dari faktor eksternal ataupun internal.

Cegukan adalah suatu kondisi yang tidak menyenangkan dan bisa mempengaruhi orang-orang dari segala usia termasuk bayi yang baru lahir. Cegukan menjadi salah satu masalah yang paling umum dan sering dilaporkan terutama pada bayi di bawah usia satu tahun.

Profesor Mazur menuturkan cegukan merupakan hal yang normal dan wajar bagi bayi, kecuali jika cegukan sampai mengganggu aktivitasnya seperti tidur atau makan. Bayi yang memiliki penyakit gastroesophageal reflux mungkin akan lebih sering mengalami cegukan.

Jika cegukan seringkali menyebabkan bayi menjadi muntah, batuk, sangat rewel atau sangat tidak terkendali hingga bayi berusia lebih dari setahun, maka sebaiknya orangtua memeriksakan hal tersebut ke dokter.

“Sebenarnya jika bayi cegukan tak banyak yang bisa dilakukan orangtua, karena biasanya cegukan ini akan hilang dengan sendirinya. Tapi jangan pernah mencoba menghentikan cegukan dengan cara mengagetkan atau mengejutkannya,” ungkap Profesor Mazur.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu menghilangkan atau mencegah cegukan pada bayi, yaitu:

  1. Selalu memonitor bayi saat menyusui untuk memastikan bahwa ia minum secara perlahan-lahan.
  2. Bayi yang sering bersendawa saat menyusui adalah cara yang efektif untuk menghentikan cegukan.
  3. Mengubah posisi menyusui dan mencoba menenangkannya.
  4. Memastikan bahwa ibu menyusui atau memberi makan bayinya dalam keadaan tenang dan tidak terlalu bersemangat.
  5. Jika bayi cegukan saat minum atau makan, maka cobalah untuk menepuk-nepuk bayi pelan-pelan dan membiarkannya rileks dulu sebelum menyusui

(health.detik.com)

Tips Mengatasi Hidung Tersumbat Pada Bayi

Hidung tersumbat adalah masalah klasik yang dialami oleh seorang bayi pada bulan bulan pertama kehidupannya. Kondisi ini membuat bayi susah untuk menghisap ASI dari puting susu ibunya sehingga bayi menjadi rewel, apalagi tersumbatnya hidung kerap terjadi pada malam hari.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah hidung tersumbat pada bayi.

  • Terlentangkan bayi pada tempat tidur lalu teteskan 2 – 3 tetes larutan saline ke lubang hidung kanan dan kiri secara bergantian. Setelah ditetesi larutan saline, segera tengkurapkan bayi atau pada posisi yang nyaman. Larutan saline bisa dibeli di apotek terdekat.
  • Bila produksi lendir berlebihan, hisaplah menggunakan alat penghisap lendir khusus untuk bayi. Alat ini bisa diperoleh di apotek/toko alat alat kesehatan. Baca cara pemakaiannya dengan cermat.
  • Tinggikan bagian kepala tempat tidur bayi.
  • Susui atau berikan minuman yang cukup untuk bayi.
  • Sebelum tidur, bayi boleh dimandikan dengan air hangat atau jalankan shower air panas lalu ajak bayi menghirup uap air yang muncul dari shower. Jangan mandikan bayi dengan shower air panas.
  • Jangan memberikan obat batuk dan flu atau semprot hidung untuk bayi yang berusia di bawah 2 tahun.
  • Bila keluhan berlanjut, segera ke dokter.

(blogdokter.net)

ASI Eksklusif

ASI merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi. Pemberian ASI berarti memberikan zat-zat gizi yang bernilai gizi tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan otak, memberikan zat-zat kekebalan terhadap beberapa penyakit dan mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya.

Faktor keberhasilan dalam menyusui adalah dengan menyusui secara dini dengan posisi yang benar, teratur, dan eksklusif. Oleh karena itu, salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana ibu yang bekerja dapat tetap memberikan ASI kepada bayinya secara eksklusif sampai 6 (enam) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2(dua) tahun

Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi

Menurut Roesli U (2005) dan Alkatiri S (1996), manfaat pemberian ASI yang diperoleh bayi adalah:

1. ASI sebagai nutrisi.

2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh.

ASI yang keluar saat kelahiran bayi sampai hari ke-4 atau ke-7 (kolostrum) mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu matang (mature). Zat ini akan melindungi bayi dari penyakit diare (mencret).

3. ASI meningkatkan kecerdasan.

Nutrien pada ASI yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi adalah taurin, laktosa, dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AA, omega-3, omega-6).

4. ASI eksklusif meningkatkan jalinan kasih sayang.

Dengan menyusui, maka akan terjalin kasih sayang antara ibu dan bayinya. Si bayi juga merasa aman, tenteram, dan terjaga.

5. ASI eksklusif sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan.

6. Suhu ASI sama dengan suhu tubuh. Kesesuaian suhu inilah yang menyebabkan kenyamanan tersendiri bagi bayi.

7. ASI eksklusif dapat mengurangi terjadinya sakit telinga dan infeksi saluran pernafasan pada bayi.

8. ASI eksklusif melindungi bayi dari serangan alergi.

9. ASI eksklusif meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara bayi.

10. ASI eksklusif membantu pembentukan rahang yang bagus.

11. ASI eksklusif mengurangi risiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak, dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung.

12. ASI eksklusif menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI eksklusif akan lebih cepat bisa berjalan.

13. ASI eksklusif menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan spiritual, dan hubungan sosial yang baik.

Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu

Menurut Roesli U (2005) dan Alkatiri S (1996), manfaat ASI eksklusif untuk ibu adalah:

1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan.

2. Mengurangi terjadinya anemia.

3. Menjarangkan kehamilan.

4. Mengecilkan rahim.

5. Lebih cepat langsing kembali.

6. Mengurangi kemungkinan menderita kanker payudara dan kanker indung telur.

7. Kebersihannya terjamin, karena ASI sangat higienis.

8. Lebih ekonomis (murah), bahkan gratis.

9. Hemat waktu dan tidak merepotkan.

10. Mudah pemberiannya karena tidak perlu diolah.

11. Segar, siap pakai, sewaktu-waktu dapat diberikan.

12. Portabel (mudah dibawa kemana-mana) dan praktis.

13. Memberi kepuasan psikologis dan kebahagiaan bagi ibu.

 

Tips Agar ASI Lancar

Berikut ini sembilan tips dari Tabloid Mingguan Nakita (15-21 Juni 2009) yang perlu dilakukan ibu demi mendukung produksi ASI:

1. Carilah informasi tentang keunggulan ASI eksklusif saat ibu sedang hamil untuk menimbulkan motivasi menyusui.

2. Saat persalinan tiba, pilihlah rumah sakit yang melaksanakan kebijakan rawat gabung sehingga ibu dapat memberi ASI on demand (saat dibutuhkan).

3. Siapkanlah diri secara fisik dan mental untuk menyusui. Hal ini akan membuat hormon oksitosin bekerja memproduksi ASI.

4. Dukungan suami sangat diperlukan. Jangan takut ditinggal suami karena payudara menjadi jelek. Menyusui tidak mengubah bentuk payudara Anda.

5. Belajarlah cara dan posisi menyusui yang benar.

6. Janganlah memberi makanan/minuman apapun selain ASI pada bayi yang baru lahir.

7. Carilah suasana yang tenang dan bersikaplah rileks saat menyusui.

8. Hindarilah stres.

9. Konsumsilah makanan bergizi, buah-buahan, dan rajinlah minum air putih setidaknya 8-10 gelas per hari.

 

Mengapa Susu Formula?

Beberapa alasan yang mendasari pemberian susu formula kepada bayi menurut Dini Dachlia (1996) adalah sebagai berikut:

1. ASI belum keluar, sebagai sambilan ketika ASI belum banyak atau karena merasa ASI kurang.

2. Puting payudara masuk sehingga ASI sulit keluar.

3. Mencoba-coba agar terbiasa ketika anak ditinggal kerja.

4. ASI terasa kurang akibat mengonsumsi obat perangsang haid.

 

Fakta Seputar ASI, Prolaktin, dan Oksitosin

Menurut Nelson (1996) dan Mexitalia M (2004), ada beberapa fakta seputar ASI, prolaktin, dan oksitosin yang perlu diketahui:

1. Mulainya lagi menstruasi seharusnya tidak menghalangi kelanjutan menyusui.

2. Tinja bayi yang minum ASI memiliki pH yang lebih rendah daripada tinja bayi peminum susu sapi.

3. Kadar vitamin K yang rendah pada ASI dapat menyebabkan penyakit perdarahan pada neonatus (bayi baru lahir), sehingga pemberian 1 mg vitamin K1 secara parenteral pada saat lahir dianjurkan untuk semua bayi, terutama bayi yang akan diberi ASI.

4. Penyakit hemolitik bayi baru lahir (erythroblastosis fetalis) bukan kontraindikasi pemberian ASI.

5. Jika ibu yang sedang menyusui menderita hepatitis B, bayi harus mendapat protokol imunisasi yang dipercepat dengajn dosis pada saat lahir, 1 bulan, dan 2 bulan.

6. Ada dua hormon yang bekerja pada proses menyusui, yaitu: prolaktin dan oksitosin.

7. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang prolaktin:

Ø Prolaktin lebih banyak diproduksi pada malam hari, sehingga menyusui pada malam hari sangatlah penting untuk mempertahankan laktasi.

Ø Prolaktin membuat ibu rileks bahkan terkadang mengantuk, sehingga ibu tetap dapat beristirahat meskipun menyusui malam hari.

Ø Hormon yang berkaitan dengan prolaktin dapat menekan pematangan sel telur, maka menyusui dapat membantu menunda kehamilan.

8. Beberapa tanda dan perasaan bahwa refleks oksitosin berjalan adalah:

Ø Ibu merasa ada perasaan memeras dan menggelitik di dalam payudara sesaat, sebelum, dan sesudah menyusui.

Ø ASI mengalir dari payudara saat ibu memikirkan bayinya atau mendengar tangisan bayi.

Ø ASI menetes pada payudara sebelahnya saat bayinya mengisap/menetek.

Ø ASI memancar halus saat bayi menghentikan menetek di tengah menyusui.

Ø Nyeri karena kontraksi rahim, terkadang dengan aliran darah saat menyusui dalam minggu pertama.

Ø Isapan serta menelan yang pelan dan dalam oleh bayi, menunjukkan bahwa ASI mengalir ke dalam mulutnya.

Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

Pentingnya pemberian ASI eksklusif telah dituangkan di dalam Instruksi Presiden No. 14 tahun 1974 tentang perbaikan menu makanan rakyat dan Kepmenkes No. 450/MENKES/SK/IV/2004 tentang pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi di Indonesia. Peraturan terbaru ini disertai dengan ”Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM)” yang meliputi:

1. Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK) mempunyai kebijakan peningkatan pemberian air susu ibu (PP-ASI) tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas.

2. Melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dalam hal keterampilan untuk menerapkan kebijakan tersebut.

3. Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur 2 tahun, termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui.

4. Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 30 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. Apabila ibu mendapat operasi Caesar, bayi disusui setelah 30 menit ibu sadar.

5. Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis.

6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir.

7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari.

8. Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui.

9. Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang diberi ASI.

10. Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan.

(bidankita.com)

Nama Bayi Islam

Gambar Gambar

Memberikan nama yang baik adalah salah satu kewajiban orangtua kepada anaknya, Selain sebagai motifasi diri dalam ber-PD yang abadi, dunia khirat. nama adalah jatidiri yang dibawa hingga malaikat penghitung amal memanggilnya Esok. Disaat diberikan catatan amal. apakah diberikan dengan tangan kanan (semoga) atau dengan tangan kiri (Na’udzubillaah).

Maka Rosululloh pernah besabda “Sebaik-baik nama adalah ABDULLOH dan ABDURROHMAN”.

Selanjutnya para ulama memberikan arahan dan wejangan tentang arti sebuah nama dan cara memilihnya. Misalnya menggunakan atau mengadopsi nama-nama para Nabi dan orang sholih baik dari Al-Qur’an maupun Hadits bahkan shiroh / sejarah An-Nabawiyyah. Dan Inilah diantara pilihan dan arti sebuah nama :
‘Aakif = Beriktikaf
‘Aali = Tinggi
‘Aamir = Memakmurkan
‘Ashim = Menjauhi maksiat
‘Aathif = Belas kasih
‘Aatik = Pemurah, Yang murni
Abadi = Yang Kekal
Aban = Lebih terang, lebih nyata, bersih
‘Abbad = Tekun beribadah
Abbas = Nama paman Nabi, nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Abbasy = Rajin berusaha
‘Abduh = Hamba-Nya, julukan dari Nabi Muhammad SAW
Abdul Alim = Hamba Allah Yang Mengetahui
Abdul Azim = Hamba Allah Yang Agung
Abdul Aziz = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Bari = Hamba Allah Yang Banyak Kebaikan
Abdul Basit = Hamba Allah Yang Melimpah Nikmat
Abdul Baqi = Hamba Allah Yang Kekal
Abdul Dayyan = Hamba Allah Yang Membalas
Abdul Jabbar = Hamba Allah Yang Tegas
Abdul Jalil = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Jawad = Hamba Allah Yang Pemurah
Abdul Fattah = Hamba Allah Yang Membuka
Abdul Ghafur = Hamba Allah Yang Membuka
Abdul Ghani = Hamba Allah Yang Pengampun
Abdul Hadi = Hamba Allah Yang Kaya
Abdul Hafiz = Hamba Allah Yang Memelihara
Abdul Haiy = Hamba Allah yang Hidup
Abdul Hak = Hamba Allah yang Sebenar
Abdul Hakam = Hamba Allah yang Menghukum
Abdul Hakim = Hamba Allah yang Bijaksana
Abdul Halim = Hamba Allah yang Lemah Lembut
Abdul Hamid = Hamba Allah yang Terpuji
Abdul Hanan = Hamba Allah yang Penyayang
Abdul Ilah = Hamba Allah, hamba Tuhan
Abdul Karim = Hamba Allah yang Pemurah
Abdul Khaliq = Hamba Allah yang Mencipta
Abdullah = Hamba Allah
Abdul Latif = Hamba Allah yang Lemah Lembut
Abdul Majid = Hamba Allah yang Mulia
Abdul Mannan = Hamba Allah yang Memberi Nikmat
Abdul Muhaimin = Hamba Allah yang Berkuasa
Abdul Mu’ati = Hamba Allah yang Memberi
Abdul Mun’im = Hamba Allah yang Memberi Nikmat
Abdul Nasir = Hamba Allah yang Menolong
Abdul Qadir, Abdul Qayyum = Hamba Allah yang Berkuasa
Abdul Qahar = Hamba Allah yang Perkasa
Abdul Rauf = Hamba Allah yang Pengasih
Abdul Rahman = Hamba Allah yang Pemurah
Abdul Rahim = Hamba Allah yang Penyayang
Abdul Rasyid = Hamba Allah yang Bijaksana
Abdul Razak = Hamba Allah yang Memberi Rezeki
Abdul Syakur = Hamba Allah yang Bersyukur
Abdul Samad = Hamba Allah yang Menjadi Tumpuan
Abdul Salam = Hamba Allah yang Penyelamat
Abdul Wafi = Hamba Allah yang Setia
Abdul Wadud = Hamba Allah yang Pengasih
Abdul Wahab = Hamba Allah yang Memberi
Abdul Warith = Hamba Allah yang Mewarisi
Abdul Wahid = Hamba Allah yang Esa
Abhar = Yang bergemerlapan, yang berseri
‘Abid = Yang beribadat, beribadah
Abidin = Yang beribadat
Abrar = Golongan yang berbuat kebajikan
Abrisam = Yang lembut/tampan
Absyar = Bergembira
Abu Bakar = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Abu Zar = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Abu Samah = Pemaaf, Yang bertoleransi
Abu Wasim = Yang tampan
Adabi = Kesopananku, kesusasteraan
Adam = Nama Nabi, ikutan, teladan
Ad-Daruquthni = Imam perawi hadist
Adham = Yang cantik, tali rantai, peninggalan Kuno
Adi = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Adib = Beradab, sopan, pujangga
‘Adil = Adil
Adlan = Keadilan
‘Adli = Keadilanku, kelurusanku, adil
‘Adnan = Nama org terdahulu
Adwa’ = Cahaya
Afdhol = Lebih Utama, terbaik
Affan = Pendaki, nama ayah Caliph Uthman
Affandi = Gelar bagi orang yang berkedudukan
Afham = Yang pandai
‘Afi = Pemaaf
‘Afif = Punya harga diri
Afiq = Yang mulia
Afkar = Yang bijak
Aflah = Yang beruntung, lebih sukses
Afnan = Kecantikan/seri
Afqar = Fakir
Afsar = Lebih Jelas
Afwu = Pemaaf
Agha = Ketua, pimpinan
Aghna = Berdikari
Ahda = Beroleh petunjuk
Ahlam = Impian, kesabaran
Ahlami = Impianku, kelembutanku
Ahlan = Keselamatan
Ahmad = Terpuji
Ahmas = Yang bersemangat
Ahna = Yang lemah lembut
Ahnaf = Yang berpegang teguh pada ajaran agama, lebih suci (lurus)
Ahsan = Yang terbaik
Ahwas = Pemberani
Ahwaz = Yang bersungguh-sungguh
Ahza = Yang beruntung
Aibaq = Pesuruh
Aiyub = Nama nabi
Aiman = Yang bertuah, kanan
Aisar = Yang senang, mudah
Aisy = Mewah, kaya raya
Ajad = Berbuat baik
Ajmal = Cantik, molek
Ajwad = Yang lebih pemurah, terbaik
Akalil = Mahkota
Akbar = Yang besar
Akhdan = Sahabat
Akhtar = Yang terpilih
Akid = Yang kuat, teguh, tetap
Akif = Yang menumpukan dirinya pada sesuatu
‘Akif = Beri’tikaf
Akma = Pimpinan
Akmal = Sempurna, sangat pandai
Akram = Yang mulia, Lebih mulia
Akramah = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Akwa = Yang perkasa, kuat
Alamar = Berlapis emas
Alamgir = Penakluk dunia
‘Alauddin = Ketinggian agama, kemuliaan agama
Al Baihaqi = Imam perawi hadist
Al Fatih = awal, pembuka, pertama
Alham = Beroleh ilham
‘Ali = Yang mulia, tinggi kedudukannya
Alif = Kawan rapat
Alim = Yang mengetahui
‘Alim = Berilmu
Aliuddin = Ketinggian agama
Aliyan = Yang tinggi
Allam = Sangat mengetahui
Allamah = Yang berilmu luas
Alma’ = Yang bergemerlapan
Altaf, Althaf = Baik hati, lemah lembut, lebih lembut
Altamis = Panglima, ketua
Alwan = Warna-warni
Alzam = Yang tekun
Amadi = Masa, matlamatku
Amad = Tujuan
Amal = Cita-cita, harapan
Amali = Cita-citaku, harapanku
Amaluddin = Cita-cita agama
Amami = Golonganku
Aman = Sentosa, keamanan
Amanat = Pertaruhan, amanah
Amani = Kesejahteraanku
Amanullah = Keamanan dari Allah
Amar = Yang ramai zuriat
Amili = Yang bekerja
Amin = Yang amanah, yang dipercayai, pemegang amanat
Aminin = Orang-orang yang aman
Aminuddin = Pengamanah agama
Amir = Putera, ketua, pemerintah, penguasa, pemimpin, makmur
Amiruddin = Pembela agama
Amjad = Mulia, soleh, lebih mulia
Amkrun = Orang-orang berkuasa
Ammar = Yang memakmurkan, yang kuat iman, penerang
Amnan = Tempat yang aman, ketenangan
Amni = Keamananku
Amran = Yang memakmurkan
Amrin = Perintah
Amrullah = Perintah Allah
Amrun = Kemakmuranku
Amsyar = Yang cergas
Amzar = Yang mulia
Anaqi = Keindahanku yang menawan hati
Anas = Kemesraan, cinta, kasih, mesra, periang
An’am = Yang diberi nikmat
Andar = Yang berseri
Anjab = Lebih utama dan bernilai
Aniq = Yang kacak lagi menawan hati
Anis = Yang mesra, teman setia, ramah tamah dalam pergaulan
An-Nasa’i = Imam perawi hadist
Anma = Yang maju
Anmar = Air yang bersih
Ansar = Penolong, penyokong
Ansari = Penolongku, penyokongku
Anshar = Kaum Anshar sahabat Nabi SAW
Antar = Berani dalam peperangan, nama pahlawan ksatria Arab
Anwar = Yang bercahaya, lebih bersinar, lebih bersih
Anwari = Cahayaku
‘Aqib = Balasan yang baik
‘Aqil = Yang baik budi, bijaksana, dapat dipercaya, pintar
Aqlan = Kebijakan
Aqhar = Yang gagah
Aqmar = Putih, cantik
Aqra = Pandai membaca
Arafat = Yang terkenal, kenalan
Arami = Panji-panji
Arfa = Yang tinggi, mulia
Arfan = Mengetahui
Arhab = Memanjakan, lebih lebar dan luas
Arham = Yang mesra
Arib = Yang mahir
‘Arif = Yang bijak, mengetahui, terpelajar, sholih, berwibawa
Ariffin = Yang bijak
‘Ariq = Baik budi, mulia asalnya, bijaksana
Arman = Harapan, aspirasi
Arqam = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Arsalan = Nama seorang tokoh Islam
Arsyad = Yang sangat cerdik
Arumi = Asal keturunanku
Aryan = Kekuatan penuh
As’ad = Yang berbahagia
Asdaq = Benar
Asfa = Yang suci
Ashmah = Yang berani
Ashraf = Lebih luhur
Asif = Menggambarkan, melukiskan
Asil = Yang mulia, murni, bersih
Asir = Menawan, memikat hati, mempesona
Asjad = Emas, permata
Askari = Tentera
Aslam = Selamat, terkawal, masuk Islam
Aslah = Yang lebih baik
Asmah = Yang pemaaf
Asmai = Hati yang suci
Asmaan = Hati yang suci dan pendapat yang teguh
Asmar = Yang hitam manis
Asna = Yang tinggi, yang bersinar
Asnawi = Yang berseri, gemilang
Asri = Masaku, kemajuanku mengikut masa
Asyari = Perasaanku
Asyiq = Kekasih, pencinta
Asymawi = Pemberianku
Asyraaf = Yang mulia, Asyraf = lebih mulia
Asy’ar = Perasa, jiwa halus
Asyrani = Periang, kemegahanku
Asytar = Yang menawan
Ata = Pemberian, hadiah
Ataullah, Athallah = Karunia Allah
Athar = Suci, bersih
Athari = Yang bersih
‘Athif = Belas kasih
Athmar = Yang berjaya
Aththobarani = Imam perawi hadist
Atif = Belas Kasihan
‘Atik = Pemurah, yang murni
‘Atiq = Ka’bah, yang dimerdekakan
Atmam = Kesempurnaan
At-Tirmidzi = Imam perawi hadist
Atyab = Wangi
‘Aun = Bantuan, pertolongan
Aus = Pemberian
Aufa = Yang setia, lebih tepat
Auni = Ketetapanku
Awam = Yang tangkas
Awad = Gantian, pemberian
Awali = Pedang
Awadullah = Pemberian, gantian dari Allah
Awliya = Kekasih
Awraq = Yang memberi semangat
Awsam = Yang segak
Awuf = Yang wangi
Awwab = Yang banyak bertaubat pada Alloh
Awwadi = Yang bersungguh-sungguh
Awwal = Pandai mentakwil
Awwam = Perenang
Ayadi = Nikmat
Ayaz = Pekerja keras ( Persian )
Ayman = Beruntung, pemegang kendali yang benar
Aysar = Yang mudah
Ayyub = Nama nabi
Azad = Bebas, merdeka
Azam = Keazaman
Azamuddin = Keazaman agama
Azaim = Pelbagai azam
Azbin = Bersih, suci
Azfar = Yang berjaya, yang menang
Azhad = Yang zuhud
Azhar = Yang berseri, yang gemilang, lebih cerah
Azhari = Yang berseri, yang gemilang
Azib = Sabar dan gigih
Azim = Besar
Aziman = Keazaman
Aziz = Yang mulia, yang kuat, kekasih
Azizi = Kesayanganku, kekasihku
Azizan = Yang mulia, yang kuat, kekasih
Azka = Semakin maju, suci, bersih
Azman = Cita-cita, tekad
‘Azmi = Cita-citaku, tekadku, keteguhan hati
Azmil = Kawan rapat
Azri = Kekuatanku, penyokongku
Azwar = Rajin ‘
Azza = Perhiasan
‘Azzam = Kebulatan tekad, ziarah/emas
‘Azzan = Nama orang Dahulu
Baadi, Badi = Istimewa
Baahi, Baha = Termegah, terhebat
Baari = Pencipta, salah satu dari nama Alloh
Badar = Bulan penuh, bulan purnama
Badi’ = Indah
Badil = Pengganti
Badiuzzaman = Keindahan semasa
Badran = Bulan penuh (purnama)
Badri = Bulan purnamaku, mempercepat jalannya
Badrulmunir = Bulan bercahaya
Badrun = Bulan purnama
Badruddin = Bulan purnama agama
Badruz Zaman = Bulan purnama bagi jaman
Badrut Tamam = Bulan purnama
Badrut Taman = Bulan purnama yg sempurna
Baghawi = Nisbah
Bahadur = Berani, kuat
Bahauddin = Sinaran/ keindahan agama
Bahi = Indah
Bahij = Yang indah menawan, penggembira
Bahir = Elok, mempesona
Bahjan = Cemerlang
Bahjat = Kegemilangan, gembira, bahagia
Bahlawan = Pendaki gunung
Bahran = Bercahaya
Bahri = Kegemilanganku
Bahruddin = Sinaran agama
Bahzi = Pembelaku
Bais = Tentera
Bakhit = Yang bertuah
Bakhtiar = Yang bahagia
Bakir = Muda, pagi2 benar
Bakizah = Permata
Bakri = Pagi-pagi benar
Baliq = Fasih
Balyan = Nama auliya
Banan = Ujung jari
Banin = Yang bijak, gigih
Baqir = Sangat pandai, terpelajar
Bariq = Bercahaya, kemilau
Bariz = Menonjol
Barra = Yang bersih
Barzun = Utama, berani
Basil = Berani
Basim = Gembira, tersenyum, selalu tersenyum
Basir = Bijak, melihat
Basirun = Yang melihat
Basit = Pereka, pembuat
Baslan = Keberanian
Basri = Penglihatanku
Bassam = Suka tersenyum
Basyar = Pembawa berita baik
Basyarah = Indah
Basyir = Penyampai berita gembira
Basyirun = Yang melihat
Bayiyuddin = Sinaran agama
Bazil = Yang pandai
Bazilin = Yang menyumbang
Bazli = Kebijaksanaanku, kepakaranku
Bilal = Nama sahabat nabi, titisan embun
Biruni = Nama ulama besar
Bisyari = Kegembiraan
Bisyir = Berita gembira
Bisyrun = Berita gembira
Bunyamin = Nama saudara nabi yusuf
Budair = Berjalan cepat
Bukhari = Imam perawi hadist
Buraid = Dingin
Buraidah = Kesejukan
Burhan = Alasan, bukti, dalil, cahaya
Burhanuddin = Dalil/cahaya/ bukti agama
Busairi = Nisbah
Busrain = Kesegaran
Busran = Kabar gembira
Bustani = Tamanku
Dabir = Akar, asli, mutlak
Daffa = Pembela
Dafinah = Kekayaan yang tersembunyi
Dahin = Yang cerdik
Dahlan = Nama belakang ulama
Dailami = Askarku
Da’im = Kekal abadi
Da’in = Da’i, penyeru, pemanggil
Daisam = Lemah lembut
Daiyan = Hakim, pelindung, penjaga
Dalil = Petunjuk, pemimpin, model, teladan
Dana = Cerdas, bijak
Dani = Dekat
Daniyal = Nabi Alloh SWT
Danish = Pengetahuan, bijak
Daris = Pembaca, pelajar
Darul Muqomah = Tempat yg kekal ( surga )
Darwisy = Warak
Dasuqi = Keindahanku, cahayaku
Dawani = Nisbah
Daud = Nama Nabi Alloh SWT
Dhabit = Yang kuat ingatan
Dhafir = Menang
Dhahir = Yang membantu
Dhaifullah = Tamu Allah
Dhamir = Yang langsing
Dhamiri = Jiwaku
Dhiya’ = Cahaya, sinar
Dhiya’Ulhaq = Sina (cahaya) hak, sinaran kebenaran
Dhiya ‘Uddin = Cahaya agama
Dhiya’ur Rahman = Cahaya Yang Maha Pemurah
Dhobith = Cermat, kuat, hakim
Dhoif = Tamu
Dhoifullah = Tamu Alloh
Dhomin = Penjamin
Dhomir = Hati nurani
Dhomiri Fadhil = Hati nurani, yg utama
Dhomrah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Dhori’un = Orang2 yg merendahkan diri, tunduk
Dhowi = Bersinar
Dhu’un = Cahaya terang
Dhukhom = Gemuk
Dhuyuf = Tamu
Difa = Pertahanan
Dika = Ayam jago, jantan
Dika Azhari = Ayam jago, bunga
Din = Agama, kepercayaan
Dini = Agamaku
Din Syamsudin = Matahari agama
Dubies = Nama pahlawan arab
Durrani = Permataku
Durar = Mutiara
Dzahab = Emas
Dzaki = Cerdas, pandai, mudah, faham
Dzakir = Teguh pendirian, baik/kuat harapannya
Dzakka’ = Cerdik
Dzakwan = Harum semerbak, cerdas, jenius
Dzal Aidi = Punya kekuatan
Dzalkifli, Dzulkifli = Yang punya kesanggupan
Dzamar = Nama seorang raja Yaman zaman dahulu
Dzanun = Dzun Nun ( Nabi Yunus as )
Dzatil’imad = Yang punya bangunan2 tinggi
Dziban = Penghalau, yg membantu
Dzikro = Pengajaran, peringatan
Dzil Awtad = Punya pasak2 ( tentara yg banyak )
Dzimar = Kehormatan diri
Dziyab = Memperoleh harta, serbuan
Dzulfiqar = Nama pedang Rasulullah SAW
Dzul Autad = Punya tentara yg banyak
Dzul Fahmi = Punya kefahaman
Dzul Rahman = Yang Maha Pemurah
Dzulfaqor = Nama pedang sahabat Ali bin Abi Thalib
Eshan = Dalam berkah Alloh
Fadal = Keutamaan
Fadhl = Kebaikan, kelebihan, sisa
Fadhali = Kelebihan, keutamaan
Fadhil = Orang yg berbuat kebaikan, utama, mulia
Fadholi = Kelebihan – keutamaan
Fadhlurrahman = Keutamaan dari Allah, Anugrah Arrahman
Fadi = Penebus
Fadil = Yang mulia, murah hati, yg utama
Fadl = Dermawan, murah hati
Fadlan = Keutamaan
Fadli = Kelebihanku, ihsanku
Fadlin = Keutamaan
Fadlullah = Kelebihan Allah
Faeyza = Sukses, hidupnya meningkat
Fahad = Harimau bintang
Fahd = Harimau
Fahim = Yang faham, memahami, pintar, rajin belajar
Fahmi = Kefahamanku, pemahaman
Fahman = Kefahaman
Fa’id = Tetap, berhasil, istimewa, sungguh2
Faiq = Tertinggi, utama, terkenal, terkemuka
Fairuz = Batu permata
Faisal, Faishal = Penyelesaian, pemisah antara hak dan batil
Fa’iz = Berjaya, menang
Fa’izin = Orang2 sukses
Fajar = Cahaya putih
Fajari = Waktu fajar
Fakhir = Kebesaran, yang baik, kejayaan
Fakhr Al Din = Kejayaan agama, kemenangan agama
Fakih = Menyenangkan, sedap
Fakhir = Kebesaran, yang baik
Fakhri = Kemegahanku, kebanggaan
Fakhruddin = Kebanggaan agama, keutamaan dari Alloh
Fakhrullah = Kemegahan Allah
Falah = Jaya, sukses, beruntung
Falih = Sukses
Fannani = Seniman
Faqih = Yang mengerti, ahli fiqh, bijaksana
Faraj = Kelonggaran, pelepasan
Farhan = Bergembira
Farhat, Farhun = Kegembiraan
Farid = Istimewa, permata, tiada bandingan, tunggal, permata yang mahal
Fariduddin = Permata agama, keistimewaan
Faris = Yang alim, penunggang kuda, ksatria
Faruq = Pembeda antara benar dan salah
Fasahat = Fasih, lancar
Fasih = Yang fasih
Fathi = Pembuka, kemenanganku
Fathuddin = Pembukaan, kejayaan agama
Fathul Islam = Pembuka, kejayaan Islam
Fathullah = Pembukaan, kejayaan Allah
Fathurrahman = Pembukaan, kejayaan Allah yang pengasih
Fatih = Pembuka, perintis, pemenang, penakluk
Fattah = Penakluk
Fauhad = Anak kecil yang gemuk
Fauzi = Kejayaanku
Fauzan = Kejayaan, kemenangan
Fawwaz = Berjaya
Fayyadh = Murah hati
Fidai = Pengorbanan
Fikri = Fikiranku, pemikir, pemikiranku
Firas = Kecerdikan, tajam pikiran
Firdaus = Nama syurga
Fitri = Semulajadi
Fuad = Hati, jiwa
Fuadi = Jiwaku
Furqan = Bukti, kenyataan, pembeda benar dan salah
Fudail = Kelebihanku, kemuliaan
Gadi = Keberuntunganku
Ghadi = Singa
Ghaffar = Sedia mengampuni, lembut hati
Ghaffur = Pengampun
Ghailan = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Ghaisan = Rupawan
Ghaisani = Cantik dan muda
Ghali = Mahal
Ghalib = Yang menang
Ghanim = Yang mencapai kejayaan
Ghanimi = Kejayaanku
Ghani = Kaya, mewah
Ghassan = Kecantikan dan kelembutan remaja, nama suku arab
Ghaus, Ghauts = Pertolongan
hazali = Nama seorang sufi dan filosof muslim
Ghazlan = Tenunan
Ghazi = Pejuang
Ghoits = Hujan
Gholi = Mahal, sesuatu yg bernilai tinggi
Gholib = Pemenang
Ghomid = Pedang dlm sarungnya, nama Kabilah di Hijaz
Ghonam = Penjaga rampasan perang
Ghonim = Yang mendapat keuntungan
Ghosan = Sumber air di padang pasir, usia muda belia
Ghozi = Prajurit di medan perang, bertujuan
Ghufran, Ghufron = Keampunan, pengampunan
Ghulam = Anak muda
Ghulaman Zakiya = Anak muda yg suci
Ghulwani = Keremajaan dan kecerdasan
Ghulan = Remaja
Ghurofan = Tempat2 yg tinggi
Ghusun = Tangkai pohon
Haban Mutarokiba = Butir yg banyak
Habbab = Yang mengasihi
Habib = Kekasih, sayang, dicintai
Habibi = Kesayanganku
Hablan = Yang penuh
Habri = Kegembiraanku
Hadi = Yang memimpin, penunjuk jalan
Hadwan = Ketenangan
Hadrami = Nisbah
Hadad = Dewa Syria yg jantan
Hadari = Maju
Haddad = Lautan
Hadi = Penuntun, seseorang yg religius
Hadif = Yang mempunyai matlamat
Hafidh = Pemelihara, Penghafal
Hafiz = Penjaga, pelindung
Hafizuddin = Pemelihara agama
Hafuza = Pemberi semangat
Haidar = Berani, singa
Haikal = Pokok yang besar dan subur
Hail = Yang disegani
Ha’im = Yang mengelilingi
Haimadi = Pujian agama
Haiman = Yang cinta, asyik, menguasai
Haitham = Yang mudah, singa
Haiyan = Yang hidup
Hajaj = Pelawat
Hajib = Pendinding
Hajid = Yang sholat tahajjud
Hajim = Pelindung
Hajid = Yang sholat malam ( tahajjud )
Hakam = Pengadil
Hakim = Bijaksana
Hakmani = Pengadil
Hamad = Terpuji
Hamas = Berani
Hambali = Pengikut Imam Ahmad bin Hambali
Hamdan = Terpuji, pemuji Alloh
Hamdawi = Yang memuji
Hamdi = Pujianku, pujian
Hamdun = Terpuji, pujian
Hamid = Yang memuji
Hamiduddin = Pujian agama
Hamim = Teman karib
Hamimi = Teman karibku
Hamiz = Cerdik, kuat, tampan
Hamizan = Cerdik, kuat, tampan
Hamlan = Berdiri sendiri
Hammadi = Pemuji
Hammam = Yang mempunyai kemauan keras
Hammani = Pemberi semangat
Hamsyari = Anak jati watan
Hamud = Yang banyak memuji
Hamzah = Kebijaksanaan, nama paman Nabi
Hamzi = Ketegasanku
Hanafi = Kelurusanku, pengikut Imam Abu Hanifah
Hanania = Dikasihi Allah
Hani, Hani’ = Yang mengucapkan selamat
Hanif = Muslim yang teguh, yang lurus, bersih, suci
Hanin = Kesayangan
Hanis = Berani
Hanun = Kesayangan
Hariri = Suteraku, nisbah
Haris = Pengawal, pelindung
Hariz = Pemelihara
Harith = Kuat, berusaha
Harraz = Yang amat warak
Harun = Nama nabi
Harzan = Penjagaan
Hasan = Indah, baik
Hasbi = Yang memadai bagiku
Hasbullah = Jaminan Allah
Hashim = Nama kakek buyut Nabi
Hasib = Berketurunan mulia
Hasif = Kemas, rapi
Hasnain = Dua kebaikan
Hasnun = Yang baik
Hasnawi = Kecantikan
Hassan = Sangat baik, bagus
Hasyiem = Yang bermaruah
Hasyim = Pemurah, yang suka menjamu orang
Hatadi = Keaslianku
Hatim = Pemutus, penentu, murni, yang lurus, benar
Hauzan = Mahluk Manusia
Hawari = Pengikut setia
Hawwari = Penolong, bersih
Hawwas = Yang bersemangat
Haziq = Cerdik, pandai
Hazim = Tegas, cermat, bijak, teliti
Hazmi = Ketegasanku
Hazwan = Pemberianku
Hayyun = Hidup
Helmi = Sabar dan berakal
Hfiy = Yang memuliakan
Hibatullah = Kurnia, anugrah Alloh
Hibban = Ibnu Hibban Pewari Hadist
Hidayat = Petunjuk
Hidawi = Pemberian
Hidayatullah = Petunjuk Allah
Hijazi = Kebersihanku
Hikmat = Hikmat
Hilal = Bulan sabit
Hilman = Kesopanan, kesabaran
Hilmi = Kesopananku, kesabaranku
Himmat = Cita-cita
Hisham = Nama orang Arab populer
Hisyam = Murah hati
Hisyamuddin = Kemurahan agama
Hiwayat = Yang disukai
Hubaib = Kekasih
Hulaif = Yang setia
Hulawi = Yang manis/menarik
Humaidi = Kepujianku
Humam = Maharaja, memiliki jiwa kepahlawanan, dermawan
Humdi = Yang memuji
Husam = Pedang yang tajam
Husain = Elok, cantik, indah, baik
Husaini = Kebaikanku
Husnayan = Kemenangan, syahid
Husni = Indah
Husoin = Benteng pertahanan
Huwaidi = Kembali kepada yang hak
Huzaifah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Huzaiman = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Ibad, Ibaad = Rajin beribadah, hamba-hamba Alloh
Ibkar = Pagi hari
Ibnu = Anak laki2
Ibnu Abbas = Nama sahabat dan paman Nabi Muhammad SAW, ahli tafsir
Ibnu Hajar = Nama ulama penyusun kitab hadits Bulughul Marom
Ibnu Kholdun = Filosof dan sosiolog muslim
Ibrahim = Nama nabi, ayah yg baik
Ibtisam = Senyuman
Idlan = Keadilan
Idraki = Pengetahuanku, kefahamanku
Idris = Nama nabi
Idrus = Singa
Iffat = Kehormatan diri
Iftikhar = Kehormatan, pembawa kehormatan
Iftiqar = Keperluan
Ihsan = Kebaikan
Ihtisyam = Kehebatan
Ijlal = Penghormatan, petunjuk, mulia, terhormat
Ikhlas = Memuliakan
Ikhtiari = Pilihanku
Ikhtiaruddin = Pilihan agama
Ikhwan = Persaudaraan
Ikram = Menghormati
Iktidal = Keadilan
Iktimad = Berserah
Iktisham = Tenaga
Ilham = Ilham, isyarat yang baik
Iliya = Nama nabi
Ilyas = Nama nabi
Ilyasa = Nama nabi
Imadi = Sokonganku
Imaduddin = Tiang agama
Imam = Pemimpin
Iman = Iman, keimanan
Imdad = Tolong, bantu, sokong
Imtiyaz = Pilihan
Imran = Budi bahasa, nama ayahanda Maryam AS
Inas = Kelembutan
Inayat = Pertolongan
Insaf = Kesadaran
Intisar = Kemenangan
Iqbal = Kejayaan, pujangga muslim, kemajuan
Iqtidar = Kekuatan, tenaga
Irfan = Kebijaksanaan, kesyukuran, pengetahuan
Irsyad = Nasihat, panduan, petunjuk
Irsyaduddin = Panduan agama
Is’ad = Beroleh taufiq
Isa = Nabi nabi
Isam = Orang sukses dengan usahanya sendiri
Ishak = Nama nabi
Isham = Maksum
Ishmat = Kekuatan menjauhi maksiat
Iskandar = Nama seorang raja
Islam = Kesejahteraan
Islah = Pembetulan
Isma = Pemelihara
Ismail = Nama nabi
Ismat = Ketulinan, kesucian
‘Ismat = Kekuatan menjauhi maksiat
Israr = Persendirian
Istafa = Pilih, suka
Isyhad = Penyaksian
Isyraf = Pengganti, pengawasan
Isyraq = Memberi sinar
Ithar = Mengasihi orang lain
I’tishom = Menjauhkan diri dari perbuatan maksiat
Iwadh = Pengganti
Iyad = Sokongan, kekuatan, gunung yang sukar didaki
Izdihar = Perkembangan, kemajuan
Izdiyad = Pertambahan
Izz = Kekuatan
Izzan = Kepatuhan
Izzat = Kemuliaan
Izzudin, Izzuddin = Kemuliaan agama
Izzul Haq = Kemuliaan yang haq, sebenar-benarnya kemuliaan
Izzul Islam = Kemuliaan Islam
Jaad = Sungguh2, dermawan
Jaafar = Anak sungai
Jaballah = Hadiah Allah
Jabalun = Gunung, bukit
Jabir, Jabr = Pemberi kenyamanan, penghibur
Jabil = Yang kreatif
Jabran = Pengganti, pembetul
Jabri = Pertolonganku
Jabrullah = Pertolongan Allah
Jadid = Baru
Jadir = Pemurah
Jadulhaq = Jalan kebenaran
Jaffan = Yang terkawal
Jafin = Yang mengawal
Jafni = Kawalanku dari kejahatan
Jahdi = Kemampuan
Jahid = Yang berusaha
Jahran = Yang tangkas
Jaiz, Ja’iz = Boleh
Jalal = Kemuliaan, keagungan, semarak, cahaya, keindahan
Jalaluddin = Kemulian agama
Jali = Yang nyata
Jalil = Yang mulia
Jalud = Kuat dan sabar
Jamal = Kecantikan, keindahan, cemerlang
Jamali = Kecantikanku
Jamaluddin = Keindahan agama
Jamalullail = Keindahan malam
Jam’an = Kesatuan, 2 pasukan
Jamhari = Kelompok manusia
Jamil = Yang tampan, indah
Jamri = Perhimpunanku
Jamsyir = Kecantikan
Jarir = Tempat bertumpu
Jaris = Karunia Allah
Jarullah = Tetangga Allah
Jasim = Badan, Fisik
Jasir = Keberanian
Jauhar = Permata
Jauhari = Permataku
Jauni = Keputihan, siang
Jauzan = Pertengahan
Jawad, Jawwad = Murah hati, pemurah
Jawahir = Permata
Jazali = Kegembiraanku
Jazil = Besar, banyak
Jazim = Mempastikan
Jazli = Fasih
Jazman = Tekad bulat
Jazmi = Tekad yang kukuh
Jazlan = Gembira, riang
Jazman = Tekad yang kukuh
Jazuli = Nisbah
Jihad, Jihadi = Perjuangan
Jihan = Kemegahan
Jilani = Penyiaranku
Jiratullah = Bantuan Allah
Jiwari = Jaminanku
Jiyad = Yang Baik
Juani = Sinaranku
Jubair = Pertolongan, nama ulama besar
Jubran = Nama sastrawan
Jufri = Keluasan, di tengah
Juhair = Suara Nyaring, Lantang
Juhlan = Yang termulia
Juman = Mutiara
Jumani = Mutiaraku
Junaid = Tentara
Junaidi = Tentaraku
Junaidun = Tentera
Jundi = Prajurit
Juwaidi = Keelokanku
Kaab, Ka’ab = Kemuliaan, terhormat
Kabir = Agung, besar
Kadar = Berkekuatan penuh
Kadhim = Menahan Diri
Kadin = Teman, rekan, kawan
Kahla = Dewasa
Kailani = Nama seorang ulama, nama kitab Shorof
Kafil = Penjamin
Kafila = Saksi
Kalim = Ahli pidato
Kalimatullah = Kalimat Alloh
Kamal = Kesempurnaan
Kamaluddin = Kesempurnaan agama
Kamaruddin = Bulan agama
Kamaruzzaman = Bulan masa
Kamarul Arifin = Bulan orang arif
Kamil = Sempurna
Karami = Kemuliaanku
Karim = Yang mulia
Kariman = Haji dan jihad
Karman = Kemuliaan
Kasir = Melimpah, banyak
Katib = Juru tulis
Kazhim = Menahan diri
Kazim = Penyabar
Khabir = Yang mengetahui dengan sebenarnya, pakar, berpengalaman
Khadim = Sukarelawan
Khairan = Kebaikan
Khairani = Kebaikanku
Khair, Khairi = Kebaikan, kebajikanku
Khairin = Kebaikan
Khairul Anwar = Cahaya yang baik
Khairuddin = Sebaik-baik agama, kebaikan agama
Khairullah = Kebaikan dari Allah
Khairul Amirin = Sebaik-baik pembina
Khairul Anam = Sebaik-baik manusia
Khairul Harisin = Sebaik-baik pengawal
Khairul Ikhwan = Persaudaraan yang baik
Khairun Nas = Sebaik-baik manusia
Khairul Zaman = Sebaik-baik masa
Khaizuran = Ketua, pemimpin
Khalaf = Anak yang baik, pengganti, ulama
Khalas = Yang selamat
Khadhi = Orang yg rendah hati
Khairi Habibullah = Kebaikan, kekasih Alloh
Khairul Anam = Sebaik-baik manusia
Khairul Hadi = Sebaik-baik yang memberi petunjuk
Khairul Jamal = Sebaik-baik keindahan
Khairul Umam = Sebaik-baik umat, nama seorang seniman
Khaldun = Kekal, nama seorang ahli sejarah
Khalid (Abd) = Yang kekal
Khalil = Sahabat, Kesayangan
Khalifah = Pengganti, wakil
Khalili = Sahabat
Khalis, Khalish = Suci, ikhlas, murni
Khallad = Yang kekal
Khan = Ketua, pemimpin
Khasyi = Orang yg khusu’ dlm sholat
Khattab, Khatthab, Khatib, Khathib = Ahli pidato
Khawatim = Akhir, cincin
Khayam = Pembuat khemah
Khayru = Lebih baik
Khazin = Penyimpan harta negara, bendahara
Khazindar = Penjaga kekayaan
Khidir = Nama nabi, orang shaleh kawan Nabi Musa AS
Khilfi = Pengganti
Khithoba = Berbicara
Khiyar = Pilihan terbaik
Khobir = Yang mengetahui dengan sebenarnya, ahli mengetahui
Khosyi = Orang yang khusyu’ dalam shalat
Khodhi’ = Orang yang rendah hati
Khodim = Jejaka
Khofiqur Ruh = Yang menarik hati
Khoir = Baik, lebih baik
Khoiri, Khoiron = Kebaikan
Khoir Sholih = Baik, sholih
Khoiruddin = Yang baik agamanya
Khoirul Anam = Sebaik-baik makhluk
Khoirullah = Kebaikan dari Alloh
Khoirun Maqoma = Lebih baik tempat tinggalnya
Khoirun Marodda = Lebih baik kesudahannya
Khoirun Nuzula = Hidangan yg lebih baik
Khola’ifal Ardhi = Penguasa-penguasa di muka bumi
Khorulfashilin = Pemberi keputusan yang baik
Khozin = Penyimpan harta
Khuararizmi = Nisbah
Khudari = Nisbah
Khumaini = Pandangan yang jauh
Khursyid = Matahari
Khuwailid = Kekal
Kiram = Mulia
Kiraman = Mulia
Labib = Cerdik, munasabah, bijaksana, cerdas
Labid = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Lahmuddin = Kekuatan agama
La’iq = Yang layak
Lais = Berani
Lamani = Kegemilanganku
Lamih = Mengkilat
Lami’ = Mengkilat
Lamin = Kepercayaan
Lathif = Halus budi, sopan
Latif = Lembut, bersopan
Lazim, Lazman = Tetap
Liaqat = Kebolehan, keupayaan
Libasut Taqwa = Pakaian taqwa
Lisana Shidqin = Buah tutur yang baik
Liwauddin = Panji agama
Liwaun Nasari = Panji kemenangan
Lizam = Yang mendiami
Lu’ay = Nama seorang datuk Nabi Muhammad SAW
Lubaid = Yang kaya
Lubawi = Yang pintar
Lujain, Lujaini = Keputihan, perak
Lukman, Luqman = Nama nabi, bijaksana, jalan yg jelas
Luqmanul Hakim = Luqman yang bijaksana
Lutfan = Lemah lembut
Luthfi = Keramah-tamahan
Luthfi Hamid = Keramah-tamahan yang terpuji
Luthfi Yazid = Keramah-tamahan, bertambah
Lutfi = Kehalusanku, lembut
Lutfilah = Taufik Allah
Lutfil Hadi = Taufik Allah Yang Hadi
Lutfir Rahman = Pertolongan Allah
Luth = Nama nabi
Luzman = Tetap
Ma’ayisy = Penghidupan, keperluan2 hidup
Maajid = Mulia
Maalik = Yang memiliki
Maamar = Kemakmuran
Maarif = Kecantikan, pengetahuan
Maasyir = Pandai bergaul
Mabruk = Yang diberkati
Mabrur = Membuat kebajikan
Madani = Kemajuan
Mahadhir = Menulis kebaikan
Mahasin = Kebaikan
Mahamid = Pujian, terpuji
Mahbub = Dikasihi, disukai, dicintai
Mahdi = Yang mendapat hidayah
Mahfuz = Terpelihara
Mahir = Pakar
Mahmud = Terpuji
Mahran = Kebijaksanaan
Mahrus = Yang dijaga
Mahzuz = Bernasib baik
Ma’in = Air mengakir yg sangat jernih
Maisur = Yang senang
Majad = Kemuliaan
Majdi = Kemuliaanku, kemuliaan
Majduddin = Kemuliaan agama
Majid = Dihormati
Makarim = Kemuliaan
Makhlad = Yang kekal
Makhluf = Maju
Ma’mun = Aman, yg dapat dipercaya
Malazi = Tempat perlindungan
Ma’lum = Yang diketahui
Mamduh = Terpuji
Manaf = Ketinggian, kenaikan
Manan = Pemurah
Mansur = Pemenang, yang mendapat pertolongan
Manzur = Yang boleh diterima, dipersetujui
Maqbul = Diterima, dipersetujui
Mar’ie = Terpelihara
Marjan = Batu karang
Marzuq = Yang mendapat rezeki
Marzuqi = Rezekiku
Marwan = Urusan yang lurus, seorang Khalifah dari Bani Umayyah
Masrur = Yang riang, suka
Masyhur = Kesohor
Masykur = Yang bersyukur
Mas’ud = Bertuah, bahagia
Masyhad = Kesaksian
Masyahadi = Persaksianku, tuntutanku
Masyruh = Lapang dada
Masun = Yang terpelihara
Matlub = Cita-cita
Maula = Pemimpin
Maulawi = Yang berzuhud (Maulana)
Mawardi = Nisbah, air mawarku
Mazhud = Yang zuhud
Maziz = Mulia
Miftah = Pembuka, perintis
Mifzal = Teramat mulia
Mikbad = Ibadah
Mikdam = Berani
Mikyad = Yang bertaubat
Minhaj = Acara, biasa
Mirza = Anak yang baik
Misbah = Pelita, cahaya
Mizwar = Rajin berkunjung
Muammar = Panjang umur
Muawiyah = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Muayyad = Kuat, menang
Muaz = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Muazzam = Dihormati, disanjungi
Mubarak = Yang diberkahi
Mubasyir = Pembawa petanda yang baik
Mubin = Sinar, jernih
Mudrik = Berakal, memahami
Mughis = Penolong
Muhaimin = Yang memelihara dan mengawal
Muhajir = Yang berhijrah
Muhammad = Yang terpuji, di rahmati
Muharram = Bulan Muharram
Muhazzab = Terdidik
Muhibbuddin = Pengasih agama
Muhsin = Yang berbuat kebaikan
Muhib = Kekasih, peminat
Muhtadi = Beroleh hidayah
Muhyiddin = Yang menghidupkan agama
Muinuddin = Pembela agama
Muizzuddin = Penyokong agama
Mujahid = Pejuang Islam
Mujib = Penyahut
Mujibuddin = Penyahut agama
Mujibur = Penyahut seruan Allah Yang Maha Pengasih
Mujtaba = Yang terpilih
Muktasim = Terjaga
Mukhtar = Terpilih
Mukti = Pemberani
Mu’min = Seorang yang beriman
Mulhim = Pemberi inspirasi
Munabbih = Pemberi peringatan
Muntasir = Pemenang
Munawwar = Berkilau
Munawwir = Bersinar
Munir = Yang menerangi
Munsif = Adil, bijaksana, jujur
Muntazar = Yang diawasi
Munzir = Yang memberi amaran
Muqtadir = Yang berkemampuan
Muqri = Ahli ibadat
Murad = Keinginan, cita, tujuan, maksud
Muradi = Harapanku
Mursil = Wakil
Mursyid = Pembimbing, guru, pemberi petunjuk
Murtadho = Diridhoi
Mus’ab = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Musa = Nama nabi
Mus’ad = Yang bahagia
Musaid = Penolong
Musawi = Yang adil
Musayyad = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Muslih = Yang membaiki, membuat perubahan
Muslihin = Yang memulihkan
Muslihuddin = Pemulih agama
Muslim = Menyerah diri kepada Allah
Mustafa, Mushthafa = Terpilih
Mustaqim = Yang lurus
Musyrif = Tinggi, pengawas
Mutalib = Yang menuntut dari masa ke semasa
Muwaffaq = Untung
Muzaffar = Kemenangan
Naashif = Adil, insyaf, pelayan
Nabawi = Bersifat kenabian
Nabhan = Perwira, berwaspada, mulia, terkenal
Nabih = Cerdik, Mulia
Nabihan = Mulia, masyhur
Nabil = Yang cerdik, mulia, mahir, dermawan, bijaksana, seseorang penuh kehormatan
Nadhir = Indah, elok
Nadhmi = Teratur, disiplin
Nadi = Tempat pertemuan
Nadir = Berseri-seri
Nadhif = Bersih
Nadhim = Pengatur
Nadhir = Indah, elok
Nadim = Rekan, sahabat
Nafil = Tambahan
Nafis = Bernilai, berharga
Nafiz = Yang melaksanakan
Nafi’ = Yang berguna
Nahar = Keluasan sungai
Nahdan = Kebangkitan
Nahid = Anak dalam masa puber
Nahlan = Berbisa
Naif = Tinggi, berkedudukan, menonjol
Nail, Na’il = Yang suka memberi, penyelesai masalah
Naim, Na’im = Kesenangan, kenikmatan
Najah = Kemenangan
Najdat = Berani
Naji = Selamat, Onta yang lari cepat
Najib = Keturunan yang mulia, utama, bernilai
Najid = Gagah, berani
Najih = Yang menang
Najmi = Bintang, bintangku
Najmuddin = Bintang agama
Najmussabah = Bintang subuh
Najwan = kemenangan
Naqib = Yang menjamin
Naqiuddin = Kebersihan agama
Nasab = Keturunan mulia
Nashif = Adil, insaf, pelayan
Nashir = Penolong, pembela
Nashiruddin = Penolong Agama
Nashrullah = Kemenangan dari Alloh
Nasih = Pemberi nasehat, setia, loyal, ikhlas
Nasim = Angin sepoi-sepoi
Nasr, Nasir, Nasran = Pertolongan
Nashrullah = Kemenangan dari Allah
Nasiruddin = Pembela agama
Nasri = Pertolonganku, kemenanganku
Nasrat = Kemenangan
Nasruddin = Pertolongan agama
Nasrullah = Pertolongan Allah
Nasrul Haq = Pertolongan kebenaran
Nasif = Yang insaf
Nasyat = Kecergasan
Naufal = Dermawan
Nawaf = Tinggi
Nawi = Ketua
Nawab = Pemimpin, pemerintah
Nawaf = Nama populer orang Arab
Nawfal = Nama populer orang Arab
Nawwaf = Yang menonjolkan
Nawwar = Pemberi cahaya
Nazhan = Jauh dari yang dieji
Nazim = Penyajak
Nazmi = Bintangku, keindahanku
Nazri = Pandanku
Nazran = Persembahan untuk Allah
Nazir = Bandingan
Nazih = Yang bersih, bersih dari noda cacat
Nikmat = Rahmat
Nidal = Perjuangan, menang
Nidham = Peraturan
Nizam = Peraturan
Nizar = Yang memerintah, sedikit berbicara, sedikit memberi
Niamuddin = Peraturan agama
Niyaz = Doa, harapan
Nuh = Nama nabi
Numan = Darah
Nu’man = Kebaikan, kenikmatan
Nuaim = Nikmat
Nufail = Pemberian, hadiah
Nuri = Cahayaku, bercahaya
Nurhan = Cahaya raja
Nuruddin = Cahaya agama
Nurul Haq = Cahaya kebenaran
Nurul Hidayah = Cahaya petunjuk
Nusari = Pertolongan
Nurul Islam = Cahaya Islam
Nuwair = Cahaya
Qabus = Orang yg gagah, tampan dan baik kulitnya
Qa’id = Pemimpin
Qadir = Kemampuan
Qaiser = Raja
Qani’ = Puas
Qarin = Yang dekat, teman
Qashid = Yang menuju pd kemudahan
Qasim = Orang yg memberi
Qaulalhaq = Perkataan yang benar
Qiyaman = Pokok kehidupan
Qobus = Lelaki berwajah tampan
Qoid, Qo’id = Pemimpin
Qosim = Ganteng, yang membagi
Qosiim = Yang molek, bagian
Qudamah = Lama, dahulu
Quraisy = Suku bangsa arab asal Rasulullah SAW
Qushayyi = Jauh pemikirannya, nama nenek moyang Nabi
Quthb, Qutub = Pemimpin, kutub
Rabah = Usaha, keuntungan
Rafaat = Sangat lembut, cinta
Rabbani = Arif dan soleh
Rabbi’ = Musim semi
Rabiti = Yang zahid
Raidi = Pelopor
Radi = Yang ridha
Rafa = Bahagia
Rafi, Rafi’ = Tinggi derajatnya
Rafidan = Sungai Dajlah dan Furat
Rafid = Penolong, pengawal, pemberi
Rafie = Tinggi dan mulia
Rafiq = Pendamping
Rafiqi = Pendampingku
Rafiqin = Pendamping
Rafiuddin = Pendukung agama
Raghib = Yang menyukai
Rahimi = Kesayanganku
Rahman = Pemurah
Rahmani = Kesayanganku
Rahmi = Belas kasih
Rahmuni = Yang penyayang
Rahmat = Rahmat, belas kasihan
Rahmatullah = Rahmat Allah
Raid = Perintis, ketua, pemimpin
Raihan = Bunga surga, tumbuhan yg harum
Raimi = Keutamaanku
Raif = Pengasih
Rais = Ketua
Raiyan = Yang puas
Raja’ = Harapan
Rajab = Bulan Rajab
Rajauddin = Harapan agama
Rajaie = Harapanku
Rajih = Timbangan yang mantap
Rakin = Dihormati
Ramadhan = Bulan Ramadhan
Rami = Penuh kasih
Ramli = Penelitianku
Raihan = Wangi, harum
Ramzi = Lambangku
Rana, Rania = Kesukaan, kesenangan
Raqilla = Yang selalu berbuat kebajikan
Rashad = Kedewasaan, berperasaan baik
Rashin = Yang bagus, yang tetap
Rasin = Yang mantap
Rasmi = Yang rasmi, lukisanku
Rasuli = Wakilku, utusanku
Rasyad = Memperoleh petunjuk
Rasydan = Mendapat petunjuk
Rasyid = Petunjuk, cerdas, mendapat petunjuk
Rauf = Pengasuh, bermurah hati
Rauhillah = Rahmat Alloh
Rawi = Tubuh serta akal yang sihat
Raqib = Penjaga, pengawal
Rawiyani = Keindahanku
Razi = Nisbah
Razin = Berakhlak, serius dlm perilaku
Raziq (Abd) = Hamba yang murah rezeki
Riyad = Taman yang subur makmur
Rida = Keredhaan
Ridauddin = Keridhaan agama
Ridha = Kepuasan hati, ridho
Ridwan = Keridhaan
Ridhwan = Keridhoan Allah
Riffat = Pangkat yang tinggi
Rifai = Yang tinggi dan mulia
Rif’at = Ketinggian
Rifid = Penolong
Rifqi = Lemah lembut, kawan pendamping
Riman = Kijang
Riyadh = Taman
Rizqullah = Rejeki dari Alloh
Ruknuddin = Sendi agama
Ruslan = Wakil, penyampai
Rusli = Wakilku
Rustam = Berani, kuat
Rusydi = Kecerdikanku, penunjuk jalan lurus
Rusyaidi = Yang cerdik
Rusydan = Petunjuk
Rusyduddin = Kelurusan agama
Ruwaidi = Angin sepoi-sepoi
Ruzain = Tempat ketenteramanku
Sa’adah = Kebahagiaan
Saadan = Kebahagiaan
Saad = Bahagia
Saaduddin = Agama yang membahagiakan
Saadi = Kebahagiaanku
Sa’airollah = Syiar2 Alloh
Sabalik = Sepotong emas, perak
Sab’atuabhur = 7 laut
Sabikah = Penambang emas, nama sahabat Nabi SAW
Sa’danah = Burung merpati, kebahagiaan
Sa’di = Bahagia
Sa’diyah = Kebahagiaan
Sa’dun = Kebahagian
Sabahi = Ketua pejuang
Sabiq = Yang mendahului
Sabiq = Yang mengalahkan, Yang mendahului
Sabil = Jalan
Sabit = Yang baik, pemurah
Sabir = Yang sabar
Sabqi = Keutamaanku
Sabran = Kesabaran
Sabri = Kesabaranku
Sadad = Kejujuranku, bertindak tepat
Sadat = Pimpinan
Sa’di = Bahagia
Sadid = Benar, tepat
Sadiq = Yang benar, jujur, berkata sesuai kenyataan
Sadruddin = Pemimpin agama
Sa’dun = Bahagia
Safaraz = Dihormati
Safiy = Yang bersih dan jujur
Safiuddin = Kesucian agama
Safir = Wakil, duta besar
Safwan = Bersih, ikhlas, nama populer orang Arab
Saghir = Yang mengikut
Sahar = Akhir malam sebelum fajar
Sahil = Mudah, senang
Sahlan = Mudah, senang
Sahnon = Kehalusan
Sahli = Kemudahanku
Sa’i = Yang berjalan cepat, yang berusaha
Said = Bahagia
Sa’ud = Bahagia
Saidun = Yang berbahagia
Saif = Pedang
Saifuddin = Pedang agama
Saiful Islam = Pedang Islam
Saifullah = Pedang Allah
Sa’ihat = Yang berpuasa
Sajid = Orang yang sujud
Sakhawi = Kemurahan hati
Sakinah = Ketenangan, ketentraman
Salam = Keselamatan, keamanan
Salamat = Kesejahteraan
Salim = Selamat, terkawal
Saliman = Kesejahteraan
Salman = Selamat, terkawal
Salahuddin = Kebaikan agama
Salam = Kesejahteraan, keselamatan, keamanan
Samad = Serba baik
Samah = Toleransi
Samhari = Lembing yang keras
Sami = Tinggi kedudukannya
Samih = Pemaaf, pemurah, lemah lembut, toleran
Samir, Samirah = Penghibur, teman ngobrol
Samran = Pertolongan
Sama’an = Yang patuh
Samir = Penghibur, teman ngobrol
Sam’un = Pendengaran
Sanad = Tempat bergantung
Sanim = Yang derajatnya tinggi
Saniy = Yang tinggi, mulia
Sarah = Istri Nabi Ibrahim as
Sarhan = Kemudahan
Sarwan = Mempunyai kemuliaan dan kemurahan
Satir = Orang yang menutupi Aib dan dosa
Sattar = Menutup cela, aib
Sa’ud = Bahagia
Sayid = Tuan, kepala kaum, pemimpin
Shabhi = Pagi hari
Shabih = Bagus
Shabir, Shabur = Penyabar
Shabri = Sabar
Shaddam = Benturan
Shadiq = Benar, jujur
Shafar = Bulan Safar
Shafi = Jernih
Shafiy = Tenteram suci
Shafwan = Teman akrab, cinta ikhlas
Shahib = Teman
Shaib = Tepat mengenai sasaran
Shalah = Perbaikan, kebaikan
Shalahuddin = Kebaikan agama
Shalih = Baik
Sharaf = Kehormatan
Sharim = Berani, pedang tajam
Shibghotallah = Fitrah ALloh
Shiddiqin = Orang2 yg benar dlm ucapan dan perbuatan
Shidiq = Selalu membenarkan, julukan utk sahabat Abu Bakar
Shidqi, Shidqie = Benar, jujur
Shobhi = Pagi hari
Shobir = Penyabar
Shodiq = Benar, Jujur
Shofi = Jernih
Shohib = Teman
Shoib = Tepat mengenai sasaran
Shorim = Berani, Pedang Tajam, Singa
Shakil = Indah
Shalah = Perbaikan, kebaikan
Shaleh = Baik
Shiddiq = Membenarkan
Shidqi = Benar, Jujur
Shofwan = Teman akrab, cinta ikhlas
Siddiq = Yang membenarkan
Sidqi = Kebenaranku
Silmi = Kedamaianku
Sinwan = Kembar
Siraj = Pelita, lampu
Sirajuddin = Pelita agama
Sirhan = Berani, singa
Sirin = Nama seorang tabi’ie
Soleh = Yang baik
Solihin = Yang baik
Solihan = Yang baik
Subhi = Subuh
Su’da = Bahagia
Sufyan = Nama sahabat nabi Muhammad SAW, nama tokoh ulama
Suhaib = Kemerah-meraha
Suhail = Senang, mudah
Suhaili = Kemudahanku
Sukainah = Tenang, tentram
Sulaim = Sejahtera
Sulaiman = Nama nabi, sejahtera
Sulaimi = Kesejahteraanku
Sulhidar = Bersenjata
Sulaimah = Selamat
Sulwan = Kepuasan
Sulthan = Suktan, bukti yang kuat
Sunbul = Tangkai, Nama Binatang
Sunni = Penganut ajaran sunah nabi saw
Surur = Kegembiraan
Suud = Bahagia
Suwadi = Rahasiaku
Suhaid = Lembut, tampan
Sufi = Ahli tasawuf
Sulthan = Sultan, Bukti yang kuat
Sya’a’irillah = Syi’ar2 Alloh
Sya’ban = Bulan Sya’ban
Syabibi = Berusia antara 15 dan 30 tahun
Syabil = Bintang
Syaddad = Yang perkasa
Syadi = Pandai bersyair dan bernyanyi
Syafaat = Pembelaan, pertolongan
Syafi = Penyembuh
Syafii = Penganut Imam Syafii
Syafiq = Penyayang, belas kasih
Syafi’ = Memberi syafa’at
Syahid = Mati Syahid
Syahin = Burung yang panjang sayapnya
Syahir = Terkenal
Syahiran = Terkenal
Syahabuddin = Bintang agama
Syahid = Mati syahid
Syahin = Tiang neraca
Syahmi = Mulia, berani, bijak
Syaiban = Mendung bersalju
Syakib = Nama tokoh muslim
Syakir = Bersyukur, pengenang budi
Syalia = Penghibur hati
Syamil = Menyeluruh
Syamini = Keharuman yang tinggi
Syamlan = Memilih kurma yang masak
Syammas = Pelayan ibadah
Syamsi = Matahariku
Syamsir = Pedang
Syamsul Bahri = Matahari lautan
Syamsulhadi = Matahari petunjuk
Syamsuddin = Matahari agama
Syamsuzaman = Matahari/ pelita masa
Syaraf = Kemuliaan
Syarafat = Harga diri
Syarafuddin = Yang mulia agamanya
Syarahil = Nama khabilah
Syarbini = Nama Pohon, Nama Ulama Besar
Sya’rani = Nisbah Syukran = Kesyukuran
Syarif = Dipuji, mulia
Syarifuddin = Kemuliaan agama
Syaukat = Kekuasaan
Syauqi = Rinduku
Syawal = Bulan syawal
Syazani = Kecergasanku
Syazwan = Haruman kasturi
Syazwi = Keharumanku
Syihab = Pecahan bintang, meteor
Syihabuddin = Bintang agama
Syuaib = Nama nabi
Syu’bah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Syubli = Anak singa
Syuja’ = Pemberani
Syukri = Kesyukuran
Syukur = Kesyukuran
Syuruq = Terbitnya matahari
Syuwari = Kecantikanku
Tabari = Nama ulama
Taba’un = Yang menurut
Tabi’un = Yang mengikut
Tabrani = Nama ulama
Tadwin = Pencatatan
Taha = Tertentu, nama nabi
Tahir = Yang bersih dan murni
Tahsin = Menghiasi, perbaikan
Tahfiz = Usaha menghafaz
Taib = Yang baik
Ta’ib = Yang bertaubat
Ta’iq = Yang rindu
Taisir = Memudahkan, kemudahan
Tafhim = Usaha memahami
Tahzir = Usaha memberi peringatan
Tajuddin = Mahkota agama
Tajuzzaman = Mahkota masa
Tal’ah = Tampil, maju
Talal = Keindahan
Tal’at = Ketinggian
Talhah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Talib = Penuntut
Tamam = Kesempurnaan, sempurna
Tamim = Kejadian sempurna, orang yang kuat
Tamrin = latihan, pembiasaan
Tamamul Qamar = Bulan purnama
Taqi = Bertakwa
Taqiuddin = Bertaqwa untuk agama, takwa dalam agama
Taqris = Berperisa
Tarif = Istimewa
Tariq = Bintang subuh, pengetuk hati
Tasnif = Mengarang
Tasnim = Air terjun dalam syurga
Taufiq = Pertolongan, petunjuk
Taufiq Alhakim = Taufiq (Allah) yang Hakim (bijaksana)
Taufiq Arrahman = Taufiq (Allah) Maha Pengasih
Taufiqillah = Petunjuk Allah
Tauhid = Kemurnian Iman ( Keesaan Allah )
Tauqan = Kemampuan hati
Tawadu = Merendah hati
Ta’wilul Ahadits = Tabir mimpi
Thabit = Yang tabah
Thabrani = Nama periwayat hadits
Thabrani Ismail = Nama periwayat hadits
Thaha = Dua huruf permulaan surat
Thahir = Bersih, Suci
Thalal = Keindahan, Keadaan yang baik
Thalib = Penuntut Ilmu, Yang Mencari
Thamin = Yang tinggi nilainya
Thamir = Berjaya, berbuah
Thaqif = Bijak dan cepat faham
Tharwan, Tharwat = Kekayaan
Thauri = Revolusi
Thifal = Lembut
Thilal = Embun, hujan gerimis
Thin Lazib = Tanah liat
Tho’il = Kemampuan
Thomi = Tinggi
Thoriq = Orang yang mengetuk malam hari
Thoyyib = Baik
Thubat = Pahlawan
Thufail = Lembut, Halus
Tijani = Mahkota
Tsab = Tetap, lurus, tak goyah
Tsabat = Keteguhan hati, ketetapan
Tsabit = Yang tetap
Tsa’ir = Pemberontak
Tsamarun = Buah
Tsamin = Berharga mahal, tinggi harganya
Tsamud Kaum Nabi Shaleh as
Tsauban = Kembali berkumpul
Tsaqib = Jitu
Tsawab = Pahala
Tufail = Pengantara, gaya yang menarik
Ubadah = Sahabat nabi Muhammad SAW, tekun beribadah
Ubaid = Hamba, sahabat nabi Muhammad SAW
Ubaidan = Penyembahan
Ubaidullah = Hamba Allah
Ubbad = Banyak ibadat
Ujab = Keajaiban
Ujum = Benteng pertahanan
Ukasyah = Sahabat nabi Muhammad SAW, laba-laba
Ukail = Pintar, pandai
Ulil Aidi = Yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar
Ulil Amri = Pemerintah, pemimpin, ulama
Ulul Albab = Orang-orang yang berakal, para cendikiawan
Ulul Arham = Orang-orang yang punya hubungan darah
Ulul Azmi = Orang-orang yang mempunyai keteguhan hati
Ulul Fadhli = Orang-orang yang mempunyai kelebihan
Ulwan = Ketinggian, tinggi, jelas
Umar = Yang memakmurkan
Umair = Maju
‘Umair = Nama orang dahulu
Umaiyah = Sahabat Nabi Muhammad SAW
Umran = Kemakmuran
Umron = Pembangunan, ramai penduduk
Urwah = Singa
Usaid = Berani, singa
Usaimin = Dari Uthman
Ushaim = Memelihara dari keburukan
Usyair = Kawan, suami
Utaibah Persimpangan lembah
Uthman = Rajin dan gigih
Utbah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Uwais = Pemberian
Uwamir = Nama Orang dahulu
Uzair Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Uzzam = Singa
Waazin = Pengajaran
Wa’adi = Janjiku
Wabil = Pemurah, hujan lebat
Wadhoh = Wajahnya bagus, kulit putih
Wadi, Wadi’ = Aman, tenteram, tenang
Wadihan = Cantik
Wadud = Penyayang, cinta, dicintai
Wafdan = Perutusan yg terhormat
Wafi = Sempurna
Wafid = Tamu
Wafiq = Berjaya
Wafir = Lengkap – banyak kebaikannya
Wafiuddin = Setia pada agama
Wafiy = Setia, jujur
Wafri = Kekayaanku, keluasanku
Wahab = Pemberian
Wahib = Pemberi
Wahid = Tunggal, sendirian
Wahiduddin = Terulung pada agamanya
Wahiduz Zaman = Terulung pada zamannya
Wahnan = Mudah, senang
Wail, Wa’il = Perteduhan, perlindungan, yang kembali (berlindung) kepada Allah
Waiz = Penasihat, mubaligh
Wajdi = Kesayanganku, cinta, gembira, kaya, kuasa
Wajih = Orang yang berkedudukan
Wajihuddin = Yang terkemuka dalam agama
Waldan = Anak baik
Wali = Kekasih, pelindung
Walid = Kelahiran, yang dilahirkan
Waliuddin = Pembela dan pemelihara agama
Waqar = Ketenangan dan sopan santun
Waqur = Ketenangan dan kesopanan
Waqqas = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Waqiuddin = Pemelihara agama
Wardi = Bunga mawarku
Warid = Berani
Waris = Pewaris
Washif = Punya Sifat tertentu
Washil = Menyambung hubungan kekeluargaan
Wasil = Penghubung silaturrahim
Wasim = Rupawan
Wathiq = Yang berkeyakinan
Wazien = Pendapat yang kukuh
Wazif = Yang tekun, gigih
Wazir = Menteri, yang berkuasa
Wazni = Yang menimbang secara adil
Widad = Cinta, cita-cita
Wijdan = Sanubari, hati
Wisam = Pertanda, bintang kehormatan, medali
Yaala = Kemuliaan, tinggi
Yaaqub = Nama nabi
Yaarub = Mahir bahasa arab
Yaasir = Orang yang mudah
Yafi’ = Mulia, dihormati, tinggi
Yahya = Nama nabi, yang hidup
Yajri = Mengalir, berlari
Yakut = Permata
Yamin = Yang berkat
Yaqzan = Yang berwaspada
Yaqin = Penuh keyakinan
Ya’rub = Berbicara dgn bahasa Arab
Yaasiin = Ayat pertama surat yaasiin
Yasin = Nama nabi
Yasir = Yang senang
Yaslam = Yang selamat, berserah
Yassaar = Kekayaan, kemewahan
Ya’sub = Pemimpin kaum
Yasykur = Bersyukur
Yatim = Yang sangat berharga, tidak bandingannya
Yawar = Pengawal peribadi
Yazdan = Belas kasihan
Yazid = Berkat, bertambah, lebih
Yunan = Nama ulama
Yunus = Nama nabi
Yusri = Kesenanganku
Yusron = Kemudahaan
Yusuf = Nama Nabi
Zaalan = Rajin, giat
Zaafarani = Harum, wangi
Zabad = Keharuman kasturi
Zabadi = Keharumanku
Zabarjad = Batu permata seperti zamrud
Zabdan = Pemberian
Zabidi = Yang memberi
Zabir = Pintar, kuat
Zabran = Kuat, mampu
Zafar = Kemenangan/kejayaan
Zafir = Yang berjasa
Zafran = Kejayaan
Zafri = Kemenanganku
Zahab = Emas
Zahabi = Keemasan
Zahar = Sangat bergemerlapan
Zahid, Zahidi = Yang menjauhkan diri dari kemewahan, rendah hati
Zahil = Yang tenang
Zahin = Yang cerdik
Zahir = Yang cantik, berseri, cemerlang, warna cerah
Zahirul Haq = Pendukung Hak
Zahiruddin = Pembela agama
Zahran = Bunga, Keindahan, berseri, cantik
Zahwan = Sedap dipandang
Zaid = Pertambahan, kelebihan
Zaidan, Zaidun, Zaidi = Tambahan, kelebihan
Zaim, Za’im = Pemimpin
Za’im Sa’id = Bertanggungjawab, bahagia
Za’im Ukhrowi = Pemimpin akhirat
Zain, Zaini, Zainun = Bagus, perhiasan, perhiasanku
Zainuddin = Perhiasan agama
Zainul Abidin = Perhiasan orang beribadat
Zainul Ariffin = Perhiasan orang arif
Zainul Muttaqin = Perhiasan orang bertakwa
Zaiyani = Hiasanku
Zakaria = Nama nabi
Zaki = Yang cerdik, harum, suci, tumbuh dengan baik, bersih
Zakir = Yang mengenang, berzikir
Zakur = Yang kuat ingatan
Zakwan = Yang cerdik, yang harum
Zaman = Nasib
Zamanat = Yang dijamin
Zamil = Teman, kawan
Zamir = Suara hati, anak kecil yang cantik
Zamri = Kecantikanku
Zamzam = Air zamzam
Zanjabil = Susu jahe hidangan di surga
Zaqhlul = Nama tokoh Mesir
Zar’ah = Tanaman
Zarif = Periang, berjenaka
Zawawi = Himpunan kebaikan
Zawwar = Banyak ziarah
Zawir = Ketua, pemimpin
Zayan = Yang cantik
Zayani = Kecantikanku
Zayyad = Semakin bertambah
Ziad = Nama populer orang Arab
Zihni = Kefahamanku, kekuatan akalku
Zikri = Ingatanku, kenanganku
Zimam = Yang utama, pemimpin
Ziqri = Terpuji, Yang Memuji Allah
Ziyad = Pertambahan, kelebihan
Zubaidi = Pilihanku yang terbaik
Zubari = Gagah perkasa, pintar
Zufar = Singa, pemberani, pemurah
Zuhair = Yang tenang, bercahaya, keindahaan
Zuhairi = Yang berseri
Zuhdi = Zuhud, rendah hati, tidak rakus dunia
Zuhri = Kecantikanku
Zuhaily = Yang tenang
Zuhnun = Yang cerdik
Zulfadhli = Yang mempunyai kelebihan
Zulfan = Taman
Zulfaqar = Nama pedang Nabi Muhammad SAW
Zumar = Anak kecil yang cantik

+++
Islamic Girls Names
============ =======
‘Aafiyah = Sehat, selamat
Aamal = Harapan-harapan
Abadah = Rajin beribadah
Abdah = Kepatuhan
Abidah = Yang patuh
‘Aabidah = Tekun beribadah
Abharina = Lautan kami
Abir, Abirah = Wangi, harum
Abiyah = Elok, mulia, lepas dr kehinaan
Ablah = Berakhlak
Abqarah = Kecerdikan
Absarina = Penglihatan kami
Abyati = Sebaik-baik sajak
Abyatina = Sebaik-baik sajak kami
Abyana = Nyata, jelas
Adabiah = Kesopanan, beradab
Adawiyah = Obat, penawar
‘Adawiyah = Seorang perempuan Sufi
Adiba = Terpelajar
Adibah = Berpengetahuan, beradab
Adidah = Sepadan
Adilah = Adil seksama
Adlah = Keadilan
Adlina = Keadilan kita
Adriana = Nisbah
Afaf = Kesucian, kemurnian, kesopanan
Afaf = Punya Harga diri
Afia = Tenaga, kekuatan
Afiah = Kesejahteraan
Afifa = Jujur, tulus
Afifah = Berbudi bahasa, punya harga diri
Afiqah = Sangat pemurah, sangat berpengetahuan
Afnan = Pepohonan Yang berbuah
Afrah = Hiburan, kesenangan
‘Afra’ = Malam 13 Purnama
Afrina = Putih kemerah-merahan
Afruz = Menyukakan, menyenangkan
Afwan = Kemaafan
Afza = Membesar
Ahidah = Janji
Ahlaiah = Impian
Ahlam = Paling sempurna, impian
Aida = Keberuntungan, imbalan, hadiah
A’idah = Kembali berhari raya
A’ilah = Family, ahli rumah
Aiman = Berkat
Aimuni = Keberkatan
Aina = Mempunyai mata yang cantik
‘Ainiyah = Pohon rimbun yang bersemi
Ainul Hayat = Mata kehidupan
Ainun = Mata
Aisyah = Hidup bahagia
Aiyani = Nisbah
Akidah = Kuat, teguh
‘Akifah = Wanita yang beri’tikaf di masjid
Alani = Ketinggian
Alawiah = Ketinggian
Aliah = Yang tinggi
Alifah = Ramah tamah dalam bersahabat
Alifat = Teman pelipur, mesra
Alilah = Yang memakai wewangian
Alimah = Yang berpengetahuan
Aliyah = Tinggi, yang paling mulia
Alma = Pandai, terpelajar
Almas = Berlian
Almira = Putri
Alwani = Warna-warni
Alya = Ketinggian
Amal = Harapan
Amalia = Cita-cita
Amalina = Lanjut usia
Amami = Julanganku
Amani = Cita-cita, ketenanganku, keinginan
Amanina = Cita-cita kami, harapan kami
‘Amimah = Tubuh lenjang
Amjad = Mulia
Aaminah = Dapat dipercaya, aman
Aminah = Boleh dipercayai, dapat dipercaya
Amira, Amirah = Puteri, ratu
Amnah = Ketenangan
Amnani = Ketenangan
Amni = Ketenangan
Amniyah = Cita-cita, hasrat
Anan = Awan, cakrawala
Anaqah = Cantik d n menarik
Anati = Lemah lembutku
‘Anbar = Wangi-wangian
Ani = Masak ranum, kesopanan
Aniqah = Cantik, lemah gemalai
Anisah = Yang mesra, pelipur
Anwah = Lembut, hati-hati
Aqilah = Cerdas, pandai
Aqidah = Kepercayaan, keimanan
Arafah = Padang Arafah
Arbanah = Yang fasih
Arbahah = Nisbah
Ardini = Isteri yang menyayangi
Areej = Harum, keharuman
Arfah = Gembira
Aribah = Cerdik, terpelajar
Arifah = Yang mengetahui
Arikah = Pelaminan
Arinah = Cergas, giat
‘Ariqoh = Baik budi, mulia asalnya
Arwa = Memberi minum sampai puas, segar, terpenuhi, menyenangkan
Asiah = Nama isteri Firaun, obat
Asimah = Yang memelihara
Asilah = Yang asli, yang mulia
Asiilah = Lemas dan Halus
Asirah = Tawanan Perang
Asiyah = Penawar hati
‘Asla’ = Bergerak lunak
Asma = Ketinggian, putri Abu Bakar Ash Shiddiq ra
Asmahan = Nama tokoh wanita
Asyura = 10 Muharram
Athilah = Murni, mulia
Athirah = Yang utama, yang mulia
‘Aathirah = Harum
‘Athiyyah, Atiyah = Pemberian
‘Aathifah = Belas kasih, perasaan
Atifah = Bersimpati, penyayang
Atikah = Pemurah, berani, bersih, yang murni
Atiqah = Yang mulia, yang dipilih
Atuf = Penyayang
Audadi = Kesayanganku
Auji = Ketinggianku, puncakku
Aunah = Pertolonganku
Auni = Lemah lembutku, ketenangan
Awa = Malaikat yang cantik, malam
Awadah = Baik, lembut
Awatif = Perasaan, kesayanganku
Awfiyah = Berani, kuat
Azhar = Bunga-bunga
Aziemah = Azam, kewajiban
Azimah = Agung ,mulia
Azita = Nama putri Iran
Azizah = Sayang, berharga, kekuatan, dihormati, mulia
Azyan = Perhiasan
Azra = Dara, perawan used for Maryam/Mary
Bada’ah = Permulaan
Bada’i = Keindahan2
Badiah, Badi’ah = Indah, tak ada bandingnya, cantik
Badihah = Cepat memahami
Badilah = Mulia, pengganti
Badirah = Bulan purnama
Badiyah = Pedesaan, nyata
Badr = Bulan penuh
Badriah = Cantik seperti bulan purnama
Badrina = Bulan kami
Badriya, Badriyah = Bulan penuh, bulan purnama, wali
Bahia = Manis
Bahiah = Gemilang, berseri
Bahija, Bahijah = Bahagia, gembira, kesenangan, keindahan
Bahirah = Cantik, berseri, elok, indah
Bahithah = Pencari
Bahiyah = Cemerlang, indah
Bahja = Kebahagiaan
Bahjah = Keindahan, keriangan, kesenangan
Bahjan = Rupawan
Bahriah = Kecantikan, kilauan
Baiduri = Permata
Ba’inah = Yang nyata
Baiyinah = Bukti
Bakhitah = Orang yang beruntung
Bakizah = Suci, wangi
Bakriyah = Berani, perawan
Ballanah = Titisan embun
Baligha = Penuh perasaan, pandai, fasih berbicara
Balighah = Bijak
Balilah = Nama isteri Nabi Sulaiman
Balqis = Panjang umur, ratu Istri Nabi Sulaiman AS
Banan = Ujung jari
Bananah = Ujung jari-jemari
Baqiyah = Yang tidak bersalah, yang bersih
Bariah = Sejuk, tenang
Bari’ah = Mahir, cantik
Baridah = Lapang dada
Barirah = Alim, baik hati
Barizah = Yang bijak, menonjol
Barniyah = Cerdik, suci
Barokah = Berkah
Basha’ir = Kabar baik
Bashasha = Kebahagiaan, kegembiraan
Bashira = Kabar baik
Bashirah = Bijaksana, berakal
Basilah = Berani
Basima, Basimah = Selalu tersenyum
Basirah = Kesenangan, keluasan
Basmah = Senyuman
Bassamah = Selalu senyum
Bastah = Yang lapang
Basyirah = Penyampai berita gembira
Batrisyia = Cerdik, pintar
Batul = Sangat rapi, tak bernoda
Bazilah = Yang pintar
Bazla = Yang bijak
Bayati = Nisbah
Bayyinah = Bukti, dalil
Bilah Izzah = Wangi dan mulia
Bilqis = Permaisuri Sheba, nama ratu Sheeba yang masuk Islam
Bisyarah = Berita gembira
Budur = Bulan penuh
Buraidah = Dingin
Burairah = Berbakti, berbuat baik
Burdah = Mantel
Burhanah = Alasan yang baik
Bushra = Kabar baik
Busra = Kesegaran
Bussaina = Cantik menarik
Bustan = Taman, kebun
Busyra = Berita baik, kabar gembira
Da’amah = Tiang, Pilar
Dabayinah = Nisbah
Dafinah = Kekayaan tersembunyi
Dahimah = Kuat, tangkas
Dahiyah = Pintar
Dahlia = Nama sejenis bunga
Dahmani = Nisbah
Daimah, Da’imah = Tetap, Langgeng
Da’iyah = Juru dakwah
Dalal = Petunjuk, manja, memanjakan
Dalidah = Keturunan mulia
Dalilah = Petunjuk, bukti
Dalilati = Pemimpin
Dalili = Pemimpin
Daliyah = Pohon anggur
Damia = Kebijakan
Danah = Batu yang bernilai ting i
Dania = Hampir
Daniah, Daniyah = Buah yang mudah dipetik
Daniyah = Dekat sekali
Darayani = Mengetahui
Dariah = Yang mengetahui, lembah lembut
Darin = Nama Bunga
Darina = Nama suatu bunga
Darirah = Singap dan lembut
Dariyah = lemah lembut
Darsah = Faham, hafal
Darwisyah = Ahli tasawuf
Daulah = Kerajaan
Da’wah = Seruan, panggilan, ajakan, jamuan
Dawama = Berkekalan
Dawamah = Terus menerus
Dayana = Yang gagah perkasa
Dayani = Patuh, taat
Dhabitah = Cakap, kuat ingatan
Dhamanah = Jaminan
Dhamirah = Jiwa
Dhaniyah = Yang bertambah, yang bermutu
Dhobithoh = Yang kuat, cermat
Dhofwatul’aisy = Kesenangan dan kelapangan hidup
Dhohikah = Yang suka tertawa, batu putih diatas gunung
Dhohwah = Waktu Dhuha
Dhoifah = Tamu
Dholi’ah = Keras dan kuat
Di’amah = Tiang, pilar
Dianah = Agama
Dinah = Ketaatan, adat
Dinar = Uang emas
Dimniyah = Nisbah
Diyana = Nama orang
Diyanah = Agama
Durar = Batu permata
Durriyah = Mutiara, cahaya mutiara, cemerlang, cerdas
Durrah, Durroh = Mutiara
Durrotul Hikmah = Mutiara hikmah
Durrotun Nashihah = Mutiara nasehat
Duwaijah = Panutan, teladan
Dzahabiyah = Memiliki sifat emas
Dzaibah, Dza’ibah = Menghalau
Dzakiroh = Ingatan, kuat hafalan, berdzikir
Dzakiyah = Pandai, cerdas, murah padam
Dzari’ah = Jalan, wasilah
Dzihni = Pemahamanku, pengertianku
Dzihniyah = Menurut akal
Faadhilah = Yang Mulia
Fadwa, Fadwah = Penyelamat, pengorbanan suci, penebus
Fadhilah = Kemuliaan, kelebihan, keutamaan
Fadhlah = Mulia
Fadiah = Pembela
Fadiyah = Menyelamatkan, tebusan
Faeezah = Pemimpin
Faghira = Bunga melur
Fahimah = Yang bijak, memahami
Fahmidah = Cerdik, bijak
Fa’idh = Melimpah, mengalir
Faidah, Fa’idah = Untung, laba
Faihanah = Harum, wangi
Fakhriyah = Kebanggaan
Faiqa = Terkenal, terkemuka, bangun
Faiqah = Paling baik
Faiqihah = Pandai, pintar
Faiqoh, Fa’iqoh = Mengungguli
Fairuz = Batu permata
Faiza = Perolehan, jaya
Faizah, Fa’izah = Menang, sukses
Fajriyah = Cahaya terang
Fakhira = Agung, termasyur
Fakhirah = Kebanggaan
Fakhrani = Nisbah
Fakhriah = Kemegahan
Fakhriyah = Kebanggaan
Falilah = Yang beruntung
Farah = Kegirangan, kesenangan, kebahagiaan
Farha = Bahagia
Farhah = Kegirangan
Farhanah = Riang gembira, bergembira, senang
Fari’ah = Tinggi, mulia
Faridah = Yang istimewa, tunggal, permata yang mahal
Farihah = Riang, sukacita, gembira
Farisah = Pengemudi mahir
Farizah = Jelas
Farwizah = Menang, berjaya
Farzana = Bijak, pandai
Farzanah = Petunjuk agung
Fashahah = Fasih berbicara
Fasihah = Fasih bercakap
Fatanah = Kebijaksanaan
Fataniah = Bijak
Fathiah, Fathiyah = Pembukaan, kemenangan
Fathimah = Putri Rasulullah SAW
Fatilah = Sumbu pelita
Fatimah = Putri Rasulullah SAW, yang tidak menyusu lagi
Fatin = Menarik, mempesona, mengagumkan
Fatinah = Bijaksana, mengagumkan, menarik perhatian
Fatini = Bijaksana
Fatnin, Fatnun, Fatunah = Bijak
Faudah = Buah hati
Fauzah = Berjaya,berhasil
Fauziah = Cerdas
Fauziyah = Kemenangan
Fikriyah = Bijak, pandai, pemikiran
Filzah = Belahan jiwa
Firdaus = Nama surga tertinggi
Firjani = Hilang duka
Firuz = Yang indah
Firyal = Nama Putri kerajaan Mesir
Firzanah = Pintar, bijak
Fitriyah, Fithriyah = Fitrah kemanusiaan
Fityah = Orang muda
Fityati = Orang muda
Ghada = Gadis Muda
Ghadat = Lembut, halus
Ghaida, Ghaida’ = Berawan
Ghaisani = Cantik
Ghaliah = Yang mahal, berharga
Ghalibah = Menang
Ghaliyati = Yang mahal
Ghamirah = Yang mengembara
Ghaniah = Yang cantik
Ghanimah = Yang menang, penghasilan (kasab)
Ghassani = Cantik
Ghauthiah = Pertolongan
Ghazalah = Matahari terbit
Ghazlina = Tenunan
Ghaziah = Pejuang
Ghazwani = Kepahlawanan
Ghibthoh = Baik keadaannya
Ghina = Kekayaan
Ghisyawah = Tutupan, akhir
Ghobiroh = Yang lalu
Ghodah = Yang lemah gemulai
Ghodir = Sungai, sumur yg bermulut lebar
Ghodziyah = Menyenangkan
Ghoniyyah = Kaya
Ghufrani = Keampunan
Ghundurah = Bahagia, muda
Ghunwah = Nyanyian
Ghurrah = Putih berseri
Ghusni = Ranting
Ghusun, Ghushun = Tangkai-tangkai pohon
Gulnar = Bunga ( Persian)
Habbati = Nisbah
Habibah Kekasih, kesayangan
Habrah = Sukacita
Habriyah = Pintar
Hadharah = Kemajuan
Hadirah = Pandai, bijak
Hadiyah = Pemberian, hadiah, pemberi petunjuk
Hafawati = Sambutanku yang hangat
Hafidah = Cucu
Hafidhah = Pemelihara, penghafal
Hafiya = Sangat baik
Hafiyah = Sambutan yang hangat
Hafizah, Hafizhah = Pemelihara, penghafal
Hafni = Nisbah
Hafziyah = Nisbah
Haidah = Adil, jujur
Haifa = Perempuan yg langsing
Haimanah = Penguasaan
Hajar = Nama ibu Nabi Ismail, istri Nabi Ibrahim As
Hajidah = Yang rajin sembahyang malam
Hakimah = Arif, Yang bijaksana
Halabiyah = Nisbah
Halawati = Manis, menarik
Haliah = Yang memakai perhiasan
Halifah = Perjanjian, persahabatan
Halilah = Wanita keluarga
Halili = Nisbah, halal
Halimah = Lemah lembut, penyantun, sabar dan berakal
Halumah = Pemaaf, penyabar
Halwa = Yang manis, menarik
Hamamah = Burung merpati
Hamani = Memberi semangat
Hamdah = Pujian
Hamdiyah = Nisbah, terpuji
Hamidah = Yang terpuji, selalu memuji Alloh, bertahmid
Hamimah = Kawan setia
Hamizah = Riang, gembira, yang bijaksana
Hammadah = Bijak memuji
Hamra = Kemerah-merahan
Hamudah = Terpuji
Hana = Kebahagiaan
Hanan = Kesayangan, kecintaan, rezki, berkah
Hanifah = Yang lurus, beriman, muslimah yang teguh
Hanina = Rindu
Haninah = Penyayang
Hanisah = Yang takwa
Haniyah = Kegirangan
Hannah = Kasih sayang
Hannani = Kesayanganku, kecintaanku
Hanun, Hanunah = Penyayang
Hanzalah = Disegani, di hormati
Hariyah = Yang layak, yang patut
Harizah = Kubu, benteng
Hasanah = Yang baik, kebaikan
Hashinah = Benteng yang kuat
Hasibah = Keturunan baik-baik
Hasna = Cantik
Hasnah = Yang baik
Hasyimah = Sopan, beradab, berakhlak
Hawani = Ibu penyayang
Hawa, Hawwa = Nama isteri Nabi Adam
Hawilah = Penjamin, pemelihara
Hayat = Kehidupan
Hayati = Jiwa, hidup, kehidupanku
Hayani = Hidup
Hayfa = Lembut suaranya
Hazimah = Yang tegas, wanita yang sangat teliti
Haziqah = Yang cerdik, pandai
Hazirah = Pilihan yang terbaik
Haziyah = Suka orang lain, yang di puji, yang disayangi
Hazwani = Pemberianku
Hibah = Pelimpahan
Hibriyah = Kecantikan, keindahan
Hidanah = Damai, tenang
Hidayah, Hidayati = Petunjuk Allah
Hidni = Subur
Hijanah = Keturunan yang mulia
Hilalah = Bulan sabit
Hilmiyah = Lembut, sopan
Himanah = Memberi semangat
Himayah = Terpelihara, terjaga
Hindun = Kerinduan asmara, sahabat wanita
Hisanah = Cantik
Hubwah = Pemberian
Huda = Petunjuk kepada kebenaran
Hudiya = Diberi petunjuk
Hudnati = Damai
Hulwah = Manis
Humaira, Humaira’ = Berpipi merah
Huraiyah = Bidadari
Huriya = Peri, bidadari
Huriyah = Bermata elok, Pengikut setia
Husna = Kebaikan, cantik
Husniah = Indah
Husniyah = Kebaikan, keindahan
Husnul Khotimah = Kesudahan yang baik
Ibadah = Ibadah, amal yg diridloi Alloh
Ibnah = Anak perempuan
Ibrisim = Sutera
Ibriz = Eams murni
Ibroh = Pengajaran
Ibtihaj = Kesenangan, kebahagiaan
Ibtihal = Mohon kepada Allah, permohonan
Ibtisam = Senyuman
Iffah = Tahu harga diri
Iffat = Kesucian, kemurnian, kesopanan, kesederhanaan
Iftikhar = Kebanggaan
Iftinan = Mengagumkan, menarik perhatian
Ikbar = Mengagumkan
Ikhtiar = Upaya dan usaha pilihan
Iklil = Mahkota
Ikram = Memuliakan
Ilham = Wahyu
Imarah = Pembangunan, kemakmuran
Imtinan = Anugrah Illahi
Inas = Kebaikan, keramah-tamahan
In’aan = Pemberian kenikmatan
In’am = Pemberian kenikmatan
Inan = Tali kendali
‘Inayah = Perlindungan
Insaf, Inshaf = Kesadaran
Ishmah = Terhindar dr dosa
Insyirah = Kegembiraan, Kelegaan hati
Intisar = Keberhasilan, kemenangan
Intishar = Kemenangan
Irbah = Pikiran tajam, akal
Irtiyah = Kesenangan
Is’ad = Yang membahagiakan
Is’af, Is’aaf = Pertolongan
Ishraq = Cahaya, sinar
‘Ismah = Terhindar dari dosa
Istiqamah, istiqomah = Kelurusan, ketulusan
Itidal = Keseimbangan, Seimbang
Itimad = Percaya, Kepercayaan
Izdihar = Berkilau
Jabiroh = Penyambung patah tulang
Jadawil = Sungai2 kecil
Jadzwah = Bara yg menyala
Jaharoh = Keras, nyaring
Jahro = Cantik
Jahroh = D ngan terang/ nyata
Ja’izah = Ijazah, piala
Jalilah = Mulia, agung
Jamila, Jamilah = Cantik
Jasmin = Bunga melati
Jaudah = Indah, utama
Jauharah = Batu permata
Jauza = Nama bintang
Jauzah = Kenari
Jawhara = Mutiara
Jihan = Nama tokoh wanita
Jinan = Surga-surga
Juhainah = Taman, kebun
Juhairah = Nyaring, lantang
Jumanah = Mutiara
Junnah = Perisai
Junainah = Taman, kebun
Juwairiyah = Nama wanita, gadis kecil
Kabiroh = Besar
Kadhimah = Yang dapat menahan diri
Kadziyah = Pohon berbunga memanjang harum baunya
Kafi’ah = Sama
Kafilah = Menjaga, mengasuh
Kahla = Bola matanya hitam pekat
Kahilah = Matanya dicelak
Kalafah = Kecintaan
Kalilah = Lemah
Kamila, Kamilah = Lengkap, sempurna
Kamilia, Kamiliya = Pepohonan yang selalu hijau
Karimah = Mulia
Kausar = Sebuah kolam di surga
Kautsar = Kenikmatan yang banyak
Kawakib = Bintang-bintang
Kazhimah = Dapat menahan diri
Keysha, Keisha = Hidup dalam keadaan baik. Varian dari Aisha.
Khadijah = Istri Rasulullah SAW
Khaldah = Langgeng
Khalifah = Pengganti
Khalilah = Kesayangan
Kharidah = Anak gadis
Khairiyah = Kebaikan
Khairoh = Baik hati
Khairunnisa = Sebaik-baik wanita
Khaizuran = Rotan
Khaizuronah = Nama ibu Khalifah Harun Al Rasyid
Khayla = Cantik
Khalda’ = Langgeng
Khalidah = Langgeng
Khalifah = Pengganti
Khalilah = Kesayangan
Khalishah = Murni
Khathibah = Ahli pidato
Khatimah = Penutup, pengakhiran
Khansa = Nama pujangga Islam perempuan terdahulu, seorang pejuang Muslimah
Kharidah = Anak gadis
Khaulah = Sahabat wanita terkenal, rusa betina
Khawlah = Kesendirian
Khayyirah = Baik hati
Khazinah = Harta yang tersimpan
Khotibah = Ahli pidato
Khotimah = Penutup, Pengakhiran
Khulaidah = Langgeng
Khuzaimah = Tali kendali
La’ali’ = Permata-permata, mutiara
Labibah = Sehat akal dan cerdik
Labitsah = Yang tinggal di suatu tempat
Ladzidzah = Sedap, lezat
Laela = Malam yang gelap
Lafifah = Berkumpul, bercampur
La’ihah = Yang lahir, nyata
Laila = Nama orang Arab terdahulu, kerinduan, malam yg gelap
Laimun = Buah jeruk yang manis
La’iqoh = Patut, layak
Lam’a, Lam’aa’ = Berkilau
Lathifah = Lemah lembut
Layanah = Kehalusan, kelemasan
Lubna = Buah kenitu
Lujmah = Bukit yang datar
Lulu, Lulua = Mutiara, permata
Lum’ah = Kilauan
Luthfiyah = Lemah lembut
Luqyana = Perjumpaan kita
Ma’ali = Tinggi
Mabrukah = Dapat berkah
Ma’dzanah = Menara tempat adzan sholat
Maghfirah = Pengampunan
Mahasin = Kebaikan, kebajikan
Mahbubah = Disenangi, dicintai
Mahdiyah = Yang mendapat hidayah
Maheem = Bulan penuh
Mahfudhah, Mahfuzhah = Terpelihara
Mahirah, Mahiroh = Pandai, cakap
Ma’ijah = Yang berombak, bergelombang
Maimanah = Keberkahan
Maimunah = Beruntung, keberuntungan, diberkahi Alloh
Mais, Maisa, Mayesa = Penampilannya membanggakan
Maisarah, Maisaroh = Ketenangan, nyaman, kemakmuran
Maisun = Berwajah dan bertubuh cantik
Ma’iyah = Kebersamaan
Majidah = Mulia
Makarim = Kebaikan hati
Ma’munah = Dipercaya
Maknunah = Menutup muka karena malu
Malak/ Malaeka = Bidadari
Malihah = Cantik
Malika = Pemilik
Manal = Sukses, prestasi
Manar = Mercusuar
Mani’ah = Mulia, kuat
Maqbulah = Diterima permintaannya
Maram = Tujuan, maksud
Mardhiyah = Mendapat keridhoan Allah
Mariah, Mariyah = Istri Rasulullah SAW, yang indah
Maritza = Mendapat berkah Alloh
Marwa = Berhati-hati dalam memikirkan
Marwah = Bukit Marwah di Masjidil Haram
Maryam = Ibunda Nabi Isa AS
Maryana = Nama Orang
Masarrah = Kesenangan
Mashumah, Ma’shumah = Bebas dari dosa
Masikah, Masiikah = Nama wanita sahabat nabi
Masyithoh = Yang mati syahid oleh Fir’aun
Mawaddah = Cinta kasih
Mawahib = Bakat, kemampuan, ketangkasan
Mazaya = Istimewa
Maznah = Gemilang
Muazarah = Bantuan, pertolongan
Mudhiah = Menyinari
Mudrikah = Dapat memahami
Mufidah = Memberi manfaat
Muhajirah = Yang berhijrah
Mukhbitah = Tunduk patuh
Mu’minah = Beriman
Mumtaz = Istimewa
Munifah = Kedudukan tinggi, menonjol
Mu’nisah = Teman yang menyenangkan
Muna = Cita-cita, keinginan
Muniba, Munibah = B rinabah (Taubat) pada Alloh
Munifah = Kedudukan yang tinggi – menonjol
Munira = Hiasan cahaya, penerang
Munirah, Muniroh = Bercahaya
Muqsithah, Muqsithoh = Yang berbuat adil
Muslimah = Beragama Islam
Mustajabah = Terkabul do’anya
Muthi’ah = Taat
Muthmainnah = Tenang, Tentram
Muznah = Berdandan bagus
Naazneen = Cantik
Na’amah = Burung unta
Nabighah = Kenamaan, besar, mulia
Nabihah = Cerdik, mulia
Nabila = Ningrat, mulia, luhur
Nabilah = Cerdik, mahir
Nabilia = Kedermawanan
Nada, Nadha = Embun di pagi hari
Nadhifah = Bersih
Nadia, Nadiah, Nadiyah = Awal mula sesuatu, pembawa kesetiaan
Nadimah = Teman akrab
Nadira = Khusus, unik
Nadirah = Jarang
Nafi’ah = Bermanfaat
Nafilah = Ibadah tambahan
Naflah = Bunga matahari
Nahiyah, Nahiyyah = Pelaksana larangan (pencegah), larangan
Nahla = Minuman
Naifah, Na’ifah = Kedudukan tinggi
Na’ila = Orang yang sukses
Nailah, Na’ilah = Yang suka memberi
Naaila = Sesuatu yg istimewa
Naimah, Na’imah = Kenikmatan, halus, lunak
Najdah = Bantuan
Najah = Keselamatan
Najiah, Najiyah = Selamat
Najibah = Bernilai, mulia, utama
Najla’ = Yang bermata elok, Yang baik keturunannya
Najmah = Bintang
Najwa = Berbisik-bisikan
Na’mah = Halus, lunak
Naqiyyah = Jernih
Nashiroh = Penolong kaum lemah
Nasim = Angin sepoi-sepoi
Nasmah = Angin sepai-sepoi
Nasyiah = Perkembangan
Naurah = Bunga
Nawad = Awal mula dari sesuatu
Nawal = Memperoleh sesuatu
Naqiyah = Jernih
Nadzifah = Bersih
Nazihah = Bersih dari noda
Nibras = Pelita, pemberani, ujung tombak
Nida, Nida’ = Seruan
Nihal = Minum dari sumber air
Nikmah = Kenikmatan
Nisrin = Harum bunga mawar
Nisrina = Bunga mawar putih
Nud-ah = Pelangi, cahaya matahari ketika terbit atau terbenam
Nur = Cahaya
Nurjannah = Cahaya surga
Nurjihan = Nama tokoh perempuan
Nur Aini = Cahaya mataku
Nuzhah = Rekreasi
Qaidah = Pemimpin
Qa’mah = Berdiri, tegak
Qamar = Bulan
Qamariyah = Berdasarkan bulan
Qa’niah = Merasa puas dan rela
Qanitah = Taat, berbakti, sholat lama berdiri
Qariah = Pembaca
Qaribah = Dekat
Qarirah = Pandangan yg sejuk
Qasamah = Keindahan dan kecantikan
Qatrunnada = Tetesan embun
Qiblah = Tempat sholat
Qiladah = Kalung, perhiasan
Qimah = Harga sesuatu, kadarnya
Qismah = Bagian, nasib
Qithmir = Kulit ari
Qoidah = Pemimpin
Qomar = Bulan
Qomariah = Berdasar bulan
Qoni’ah = Merasa puas dan rela
Qonitah = Taat, Berbakti, Shalat lama berdiri
Qoriah = Pembaca
Qoribah = Dekat
Qorirah = Pandangan yang sejuk
Qosamah = Keindahan dan kecantikan
Qurratu’ain = Sedap dipandang mata
Rabab = Musik instrumen Arab
Rababah = Mega putih
Rabbiya = Angin sejuk di musim semi
Rabi’ah = Yang ke 4
Rabihah = Tanah yg tinggi
Radhiyah = Ridlo
Radwa = Kesukaan, kepuasan
Rafi’ah = Derajatnya tinggi
Rafidah = Papan atap, pemberi pertolongan
Rafifah = Berakhlak baik
Rafilah = Anggun, mewah
Raghad = Nyaman, kenyamanan
Rahadatul ‘Aisy = Kemakmuran hidup
Rahidah = Lembut
Rahifah = Tipis
Rahimah, Rahmah = Kasih sayang
Raidah = Angin yg bertiup dgn lembut, pemimpin
Raihanah = Tanaman yang harum, perempuan yg luhur
Raiqah = Bening, murni
Raisha = Pemimpin
Raja, Raja’ = Harapan
Rajihah = Mantap timbangannya
Rajiyyah = Yang diharapkan
Rakizah = Emas, perak dlm tanah
Ramizah = Orang yg terhormat
Ramlah = Tokoh sahabat wanita
Ramziyah = Isyarat
Raniah = Mempesona
Raninah = Gemerincingan
Rannan = Gemerincing
Raqiqah = Lembut
Raqwan = Kemajuan
Rasanah = Tempat pemberhentian
Rasmiyah = Secara resmi
Rasyadah, Rusydah = Petunjuk jalan yg lurus
Rasyidah = Mendapat petunjuk
Rasyiqah = Bentuk tubuh yg indah
Raudhah = Taman
Razinah = Serius dlm perilaku
Rifa, Rifa’ = Setuju, mufakat
Rif’at = Tinggi martabatnya
Rifdah = Pemberi pertolongan
Rihab = Luas dan lebar
Riham = Hujan gerimis yang berkepanjangan
Robi’ah = Yang keempat
Rodhiyah = Ridho
Rofi’ah = Derajatnya tinggi
Rofidah = Papan atap, Pemberi pertolongan
Rofifah = Berahlak baik
Rofilah = Anggun, mewah
Rohadatul ‘Aisy = Kemakmuran Hidup
Rohida = Lembut
Rohifah = Tipis
Roidah = Pemimpin
Roiqoh = Bening – Murni
Rojihah = Mantap timbangannya
Rojiyyah = Yang diharapkan
Romizah = Orang yang terhormat
Roninah = Gemerincing
Roqiqoh = Lembut
Rosmiyah = Secara resmi
Rosyadah = Petunjuk jalan lurus
Rosyiqoh = Bentuk tubuh yang indah
Rozinah = Serius dalam perilaku
Rudainah = Yang memintal benang
Ruqayah = Kemajuan, nama putri Nabi SAW
Rusydah = Petunjuk jalan lurus
Ruwaidah = Berhati-hati, perlahan-lahan
Sa’adah = Kebahagiaan
Saarah = Istri Nabi Ibrahim As
Sabalik = Sepotong emas, perak
Sab’atuabhur = 7 laut
Sabikah = Wanita sahabat Nabi SAW, penambang emas
Sabrina, Sabreen = Kesabaran
Sa’danah = Burung merpati, kebahagiaan
Sadidah = Jitu, tepat sasaran, benar
Sa’diyah = Berbahagia
Safanah = Membuat kapal, angin agak keras
Safinatunnajah = Kapal penyelamat
Saidah, Sa’idah = Berbahagia
Saifanah = Lenjang seperti pedang terhunus
Sajidah = Bersujud
Sakina, Sakinah = Lembut, hening, tenang, ketentraman
Salamah, Salimah = Keselamatan, sehat
Salima = Aman, lengkap
Salma = Selamat, aman, sempurna
Salsabila = Mata air di surga
Salwa = Burung puyuh
Samihah = Lemah lembut, murah hati, dermawan
Samirah = Teman ngobrol
Samiyah = Kedudukan tinggi
Sana’ = Kenaikan tingkat derajat
Saninah = Promosi, kenaikan tingkat
Sarah = Nama istri Nabi Ibrahim AS
Satirah = Wanita yang menutup-nutupi aib dan dosanya
Sausan = Bunga Lili
Sayyidah = Pemimpin
Shaba = Berkelakuan anak muda
Shabirah = Bersabar
Shadiqah = Benar, jujur
Shadiya = Menyanyi
Shadrina = Hati
Shafa’ = Kejernihan
Shafiyah = Jernih
Shafiyyah = Kawan tulus ikhlas
Shaima = Baik, alami
Shakira = Syukur, berterimakasih
Shalehah = Baik
Shaza, Shazia = Harum, wangi
Shiba = Rindu
Shiddiqah = Membenarkan, sangat jujur
Shidqiyah = Benar, jujur
Shifwah = Sahabat yang akrab
Shiyabah = Yang benar
Shoba = Berkelakuan anak muda
Shobah = Pagi hari
Shobiroh = Bersabar
Shoda = Gema
Shodiqoh = Benar, jujur
Shofa = Bukit Sofa di Masjidilharam
Shofa’ = Kejernihan
Shofhah = Pemaafan, Halaman buku
Shofwah = Keiklasan dalam cinta
Shofiyah = Jernih
Shofiyyah = Kawan tulus ikhlas
Shohwah = Kebangkitan
Shohwatul Islam = Kebangkitan Islam
Sho’ibah = Yang benar
Sho’ighoh = Tukang emas
Sholehah = Baik
Shubhiyah = Pagi
Shurooq = Matahari terbit, terbit
Siham = Anak panah
Sirin = Wanita sahabat Nabi SAW
Su’ad, Su’da = Bahagia
Suhailah = Mudah, Suka mengalah
Suhaimah = Keberuntungan
Suhair = Waspada
Sukainah = Tenang, tentram
Sulaimah = Selamat
Sulthanah = Penguasa Wanita
Sumayyah = Kebanggaan
Sunbulah = Nama Bintang, Tangkai yang berbuah
Sundus = Sutra
Sunniyah = Penganut ahlussunnah
Syadiyah = Pandai menyanyi, Menyamakan
Syahidah = Mati syahid
Syahrazad = Nama wanita dahulu
Syafiqoh = Belas kasih
Syafiyah = Sembuh, sehat
Syahirah = Terkenal, Ternama
Syaikhoh = Gelar Kehormatan, Lanjut Usia
Sya’irah = Pandai Menyusun Syair, Perasa
Syakira, Syakura = Mensyukuri
Syam’ah = Lilin
Syamiyah = Tahi lalat pada wajah
Syamsiyah = Berdasar hitungan matahari
Syarifah = Mulia

Syauqy = Rinduku
Syauqiyah = Rindu
Syifa’ = Penawar, Penyembuh
Syirin = Nama wanita dahulu
Syukriyah = Bersyukur
Syu’lah = Pelita, Obor
Tabriz = Pengungkapan suatu kebaikan
Tadmar = Nama perempuan yang dijadikan nama kota di Jazirah Arab
Tadzkiroh = Peringatan
Taghrid = Kicauan burung, nyanyian
Tahani = Ucapan selamat, salam, sambutan
Tahira = Murni, bersih
Tahiyyah = Kehormatan, selamat dari bahaya, salam
Ta’ibah = Yang bertaubat
Tamamah = Pelengkap, penyempurna
Tamimah = Kuat, tangkal, jimat
Taqiyyah = Bertaqwa
Thahirah = Bersih, suci
Thai’ah = Taat, patuh
Thaliqah = Lancar ( lidahnya ), fasih
Tharfa’ = Menepi
Tharifah = Ucapan baru yang digemari
Thawaf = Mengelilingi Ka’bah
Thifal = Lembut, halus
Thiyah = Niat hati
Tho’ah = Taat
Thohiroh = Bersih, suci
Tho’i’ah = Taat, patuh
Tho’ifah = Sekumpulan, yang mengelilingi
Tho’ilah = Kemampuan
Tholiqoh = Lancar lidahnya, fasih
Thorfa’ = Menepi
Thorifah = Ucapan baru yang digemari
Thoyyibah = Baik
Thufailah = Lembut dan halus
Tsabitah = Tangguh, lurus, pemberani
Tsamarah = Buah, buah hati, keturunan
Tsamarotulqolbi = Buah hati
Tsana = Pujian
Tsaniyah = Yang kedua
Tsaqofah = Kebudayaan
Tsarwah = Kekayaan
Tsawab = Pahala
Tsumamah = Nama wanita
Tsuraya = Nama bintang
Tuadah = Ketenangan
Tuhfah = Hadiah
Tuffahati = Buah apelku
Ubadah = Ibadah, yg menyembah
Ubaidah = Hamba
Udulah = Adil, menghukum dgn benar
Udzah = Azimat, tangkal
Udzroh = Halangan
‘Ufairah = Pemberani
Ulfah = Persahabatan
U’jubah = Sesuatu yg mengherankan
Umamah = Cucu Rasulullah SAW dari Zainab
Umaimah = Dari kata Umumah (keibuan)
‘Umairah = Nama wanita dahulu
Ummu Kulsum = Putri Rasulullah SAW
Umniah, Umniyati = Cita-cita, cita-citaku
‘Unaizah = Kambing betina
Urjuwanah = Pohon yang kemerah-merahan, warna merah yang indah
‘Urwatul Wutsqo = Buhul tali yang kuat
Uzdah = Ada unsur kelebihannya
Wabilah = Tongkat
Wabishoh = Api
Wada’ah = Lemah lembut
Wadhiah = Yang bagus dan bersih
Wadi’ah = Titipan
Wadil Fatmah = Nama tempat penanaman tanaman di Arab Saudi
Wafa = Kesetiaan
Wafa’ = Kesempurnaan, merpati
Wafiyah, Wafiyyah = Merpati, menepati, sempurna, lengkap
Wahidah = Sendirian
Wa’ishoh = Kelompok
Wa’izhoh = Pemberi nasehat
Wajd = Waspada
Wajihah = Orang yang berkedudukan
Wardah = Bunga mawar
Washfa = Yang punya sifat tertentu
Washifah = Anak atau pelayan perempuan dibawah umur
Wasilah = Pendekatan diri kepada Allah, kedudukan dan pangkat
Wasimah = Rupawan
Wazirah = Mentri wanita
Waznah = Pencari keadilan
Wiaam = Harmonis
Widad = Kasih sayang
Wifaq = Kerukunan
Yadawiyyah = Yang pandai
Yafi’ah = Yang luhur, dihormati, usia muda, yg tinggi
Yamamah = Merpati, tujuan, nama kota di Arab
Yamnah = Arah/ sebelah kanan
Yani’ah = Matang
Yaqutah = Batu permata, batu-batuan surga
Yasirah = Mudah, sedikit
Yasmin = Bunga melati
Yumma, Yumna = Kanan
Yusra, Yusriyah = Mudah
Za’amah = Kekuasaan
Zabarij = Perhiasan
Zahidah = Rendah hati, tidak rakus dunia
Zahirah = Berkilau
Zahiyah = Elok
Zahra, Zahrah = Bunga
Zaidah, Za’idah = Suatu kelebihan
Za’imah = Pemimpin
Zainab = Putri Rasulullah SAW, pokok yang indah dan wangi
Za’irah = Berkunjung
Zaitun = Buah Zaitun
Zakiyah = Tumbuh dengan baik, Bersih
Zakhruf = Emas, Keindahan sesuatu
Zalfa, Zalfa’ = Kulit mutiara
Zamzam = Air Zamzam
Zanirah = Kecil dan Lembut, Tali
Zarinah = Nama wanita dahulu
Zubaidah = Tokoh wanita kerajaan Abbasiyah
Zuhriyah = Bunga
Zuhur = Bunga-bunga
Zulal = Tawar, Air Tawar
Zulfa = Kedudukan yang dekat
Zurarah = Nama burung
Zuyyin = Dijadikan indah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.